Ketersediaan hijauan pakan ternak (HPT) berkualitas merupakan pilar utama dalam keberhasilan usaha budidaya sapi potong maupun sapi perah. Salah satu jenis rumput unggul yang paling diminati peternak modern adalah Rumput Odot (Pennisetum purpureum cv. Mott), yaitu varietas rumput gajah kerdil (dwarf elephant grass) dengan produktivitas tinggi, batang lunak, dan disukai ternak (palatabilitas tinggi).

Membudidayakan rumput odot secara mandiri di lahan kebun pakan (forage bank) menjamin pasokan nutrisi harian sapi tetap aman, memangkas waktu mencari pakan (ngarit), serta menekan biaya operasional ransum secara signifikan.
1. Keunggulan Nutrisi dan Karakteristik Rumput Odot
Dibandingkan dengan rumput gajah konvensional atau rumput lapangan liar, rumput odot menawarkan sejumlah kelebihan agronomi dan nutrisi:
KEUNGGULAN UTAMA RUMPUT ODOT
│
┌────────────────────────────┼────────────────────────────┐
│ │ │
▼ ▼ ▼
KADAR PROTEIN TINGGI TEKSTUR LUNAK & SUKULEN PRODUKTIVITAS & ANJAKAN
- Protein Kasar (PK): 12-14% - Batang renyah, tidak keras - 20-40 anakan per rumpun
- Daun lebat berklorofil pekat - Bebas bulu gatal tajam - Produksi: 40-60 ton/ha/panen
- Serat mudah terurai rumen - Seluruh bagian termakan - Interval potong: 35-45 hari
- Tekstur Lembut Tanpa Bulu Gatal: Daun dan batang tidak memiliki bulu tajam yang menusuk kulit tangan peternak maupun melukai rongga mulut sapi.
- Tingkat Konsumsi (Palatability) 100%: Batangnya yang empuk dan banyak mengandung air membuat sapi memakan seluruh bagian tanaman hingga habis tanpa meninggalkan sisa potongan batang keras di palungan.
2. Persiapan Lahan Tanam dan Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah yang gembur dan kaya bahan organik memastikan perakaran tunas odot berkembang cepat:
- Pembersihan Gulma & Pembajakan: Bersihkan lahan dari semak belukar, bebatuan, dan rumput liar. Cangkul atau bajak tanah sedalam 20 – 30cm untuk membalik struktur tanah dan memperbaiki aerasi.
- Pembuatan Guludan / Bedengan:
- Buat bedengan selebar 60 – 80cm dengan parit pembuangan air (drainase) selebar 30cm.
- Pastikan saluran air mengalir lancar karena rumput odot tidak tahan terhadap genangan air becek yang membusukkan akar (waterlogged).
- Pemberian Pupuk Dasar Organik:
- Taburkan kotoran sapi/kompos matang sebanyak 5 – 10 ton per hektar (atau pm 0,5 – 1kg} per lubang tanam).
- Biarkan tanah yang sudah dipupuk selama 5–7 hari sebelum penanaman agar unsur hara terfermentasi sempurna dengan tanah.
3. Pemilihan Bibit dan Teknik Penanaman Stek
Perbanyakan rumput odot dilakukan secara vegetatif menggunakan stek batang atau sobekan rumpun (polesh):
POLA & JARAK TANAM RUMPUT ODOT
│
┌────────────────────────────┴────────────────────────────┐
│ │
▼ ▼
JARAK TANAM STANDAR (SUBUR) JARAK TANAM RAPAT (LAHAN TERBATAS)
- Jarak antar-baris: 70 - 80 cm - Jarak antar-baris: 50 - 60 cm
- Jarak dalam baris: 50 - 60 cm - Jarak dalam baris: 40 - 50 cm
- Memberi ruang maksimal anakan rimbun - Menutup permukaan tanah lebih cepat
- Kriteria Stek Batang Unggul:
- Ambil bibit dari tanaman induk yang sudah berumur minimal 3–4 bulan (batang berkayu tua tapi segar).
- Potong batang sepanjang 20 – 25 cm dengan menyertakan minimal 2 hingga 3 ruas mata tunas aktif.
- Potong bagian pangkal secara miring sudut $45^\circ$ untuk memperluas area penyerapan air.
- Metode Penanaman Stek:
- Posisi Miring (30 – 45): Tancapkan batang stek dengan 2 mata tunas terbenam ke dalam tanah dan 1 mata tunas mencuat di atas permukaan tanah. Arah mata tunas menghadap ke atas.
- Waktu Tanam Paling Tepat: Tanam pada awal musim hujan atau sore hari saat suhu tanah sudah teduh untuk menekan risiko kekeringan pada stek baru.
4. Perawatan Rutin dan Pemupukan Susulan
Agar rumput odot mampu menghasilkan rumpun anakan yang lebat dan bertunas cepat pascapanen, terapkan siklus pemeliharaan berikut:
| Tahapan Perawatan | Waktu Aplikasi | Jenis Pupuk / Tindakan | Manfaat |
| Penyulaman | Hari ke-7 s.d. 10 | Ganti stek batang yang kering / busuk | Memastikan populasi tanaman seragam |
| Penyiangan Gulma | Hari ke-15 s.d. 20 | Bersihkan rumput liar di sekitar guludan | Mencegah perebutan unsur hara tanah |
| Pemupukan Susulan I | Hari ke-20 s.d. 25 | Urea (50kg/ha) atau NPK (100kg/ha) | Memacu pertumbuhan daun dan klorofil |
| Pendangiran & Pembumbunan | Bersamaan pupuk susulan | Naikkan tanah parit ke pangkal rumpun | Mengokohkan perakaran rumpun baru |
| Pemupukan Pascapanen | Setiap selesai panen potong | Feses sapi matang / urine fermentasi | Memulihkan nutrisi tanah secara berkala |
5. Manajemen Pemanenan dan Cara Potong yang Benar
Kesalahan cara pemanenan adalah penyebab utama mengapa rumpun rumput odot cepat mati atau mengecil pada pemotongan berikutnya:
- Umur Panen Perdana: Panen pertama dilakukan saat tanaman berumur 60 – 70 hari setelah tanam (HST). Pemanenan perdana sengaja dibuat lebih lama agar sistem perakaran di dalam tanah benar-benar kuat menancap.
- Umur Panen Siklus Berikutnya: Pemotongan rutin dilakukan setiap 35 – 45 hari}$ pada musim hujan, atau 50 – 60 hari pada musim kemarau.
- Teknik Potong Rata Tanah (Ground Level Cutting):
- Selalu potong batang rumput odot sejajar/mepet dengan permukaan tanah (ketinggian sisa potong maksimal 1 – 3cm).
- Peringatan: Jangan memotong batang terlalu tinggi (>10cm). Sisa batang yang terlalu tinggi akan membusuk, bertunas kecil kurus dari ruas atas, dan menghambat keluarnya tunas-tunas anakan baru yang gemuk dari pangkal akar tanah.
- Pemberian ke Sapi:
- Setelah dipotong, sebaiknya rumput diangin-anginkan/dilayukan selama 2–4 jam untuk menurunkan kadar air berlebih sebelum disajikan ke sapi guna mencegah risiko kembung (bloat) atau diare.
Melalui pemilihan bibit stek bermata tunas sehat, pengolahan guludan tanah gembur, pemupukan organik teratur, serta teknik pemotongan yang mepet tanah, satu hektar kebun rumput odot mampu menyuplai kebutuhan pakan hijauan segar secara berkelanjutan untuk 6–8 ekor sapi dewasa sepanjang tahun.