Takaran pakan konsentrat kambing harian perlu disesuaikan dengan bobot badan, umur, tujuan pemeliharaan, kualitas hijauan, serta kondisi fisiologis kambing. Konsentrat dapat membantu memenuhi kebutuhan energi dan protein ketika hijauan saja belum cukup, terutama pada kambing penggemukan, indukan bunting, induk menyusui, dan kambing perah.
Namun, pemberian konsentrat tidak boleh dilakukan dengan prinsip “semakin banyak semakin cepat gemuk”. Takaran yang terlalu tinggi, perubahan pakan mendadak, atau ransum yang tidak seimbang justru dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan meningkatkan biaya produksi.

Bagi peternak pemula, cara paling aman adalah memahami kebutuhan kambing terlebih dahulu, kemudian menentukan jumlah konsentrat berdasarkan bobot dan tujuan pemeliharaan.
Apa Itu Pakan Konsentrat Kambing?
Konsentrat adalah pakan dengan kandungan nutrisi relatif lebih padat dibandingkan hijauan, terutama untuk menyediakan energi dan/atau protein.
Bahan konsentrat dapat berasal dari berbagai sumber, misalnya:
- dedak padi;
- jagung giling;
- bungkil kelapa;
- bungkil kedelai;
- pollard;
- onggok;
- bahan sumber protein lainnya;
- mineral;
- dan bahan pakan lokal yang aman untuk kambing.
Komposisi konsentrat sebaiknya disusun berdasarkan kebutuhan nutrisi dan kualitas bahan, bukan hanya berdasarkan harga murah.
Apakah Semua Kambing Membutuhkan Konsentrat?
Tidak selalu dalam jumlah yang sama.
Kambing yang mendapatkan hijauan berkualitas dan memiliki kebutuhan nutrisi rendah mungkin membutuhkan konsentrat lebih sedikit dibandingkan kambing dengan kebutuhan produksi tinggi.
Kebutuhan konsentrat biasanya lebih diperhatikan pada:
- kambing penggemukan;
- indukan bunting;
- induk menyusui;
- kambing perah;
- pejantan dalam kondisi tertentu;
- dan kambing yang membutuhkan peningkatan kondisi tubuh.
Kambing yang hanya dipelihara untuk mempertahankan kondisi tubuh dapat mempunyai kebutuhan konsentrat berbeda.
Takaran Konsentrat Kambing Berdasarkan Bobot Badan
Sebagai pedoman awal, jumlah bahan kering konsentrat sering diperkirakan menggunakan persentase tertentu dari bobot badan, tetapi angka tersebut bukan aturan tunggal untuk semua kambing.
Untuk praktik lapangan, peternak dapat menggunakan kisaran awal sekitar:
0,5–1,5% dari bobot badan dalam bentuk bahan kering konsentrat per hari, kemudian menyesuaikannya berdasarkan kualitas hijauan dan tujuan produksi.
Contoh sederhana:
Kambing 20 kg
Jika menggunakan patokan 1%:
20 kg × 1%
= 0,2 kg
atau sekitar 200 gram bahan kering konsentrat per hari.
Kambing 30 kg
30 kg × 1%
= 300 gram bahan kering per hari.
Kambing 40 kg
40 kg × 1%
= 400 gram bahan kering per hari.
Angka tersebut adalah titik awal perencanaan, bukan dosis mutlak.
Jika konsentrat yang digunakan memiliki kadar air cukup tinggi, berat pakan segarnya akan berbeda dari angka bahan kering tersebut.
Contoh Takaran Praktis Konsentrat
Untuk memudahkan peternak pemula, berikut contoh kisaran pemberian yang dapat dijadikan titik awal jika hijauan tersedia dengan baik:
| Bobot Kambing | Konsentrat/Hari |
|---|---|
| 15 kg | ±100–200 gram |
| 20 kg | ±150–250 gram |
| 25 kg | ±200–300 gram |
| 30 kg | ±250–400 gram |
| 35 kg | ±300–450 gram |
| 40 kg | ±300–500 gram |
| 45 kg | ±350–600 gram |
| 50 kg | ±400–650 gram |
Kisaran tersebut bukan standar universal. Kambing dengan produksi susu tinggi atau kebutuhan nutrisi khusus dapat membutuhkan formulasi berbeda.
Jangan menggunakan tabel ini sebagai pengganti formulasi ransum berdasarkan analisis nutrisi.
Takaran Konsentrat untuk Kambing Penggemukan
Pada kambing penggemukan, konsentrat digunakan untuk membantu menyediakan energi dan protein sehingga pertumbuhan dapat berlangsung optimal.
Namun, targetnya bukan membuat kambing menerima konsentrat sebanyak mungkin.
Peternak perlu melihat:
- bobot awal;
- pertambahan bobot;
- kualitas hijauan;
- kondisi tubuh;
- konsumsi pakan;
- dan biaya pakan.
Misalnya kambing berbobot 30 kg diberi konsentrat sekitar 250–400 gram per hari sebagai titik awal.
Jumlah tersebut kemudian dievaluasi berdasarkan perkembangan kambing.
Jika konsumsi hijauan sangat baik dan pertumbuhan sudah sesuai target, penambahan konsentrat belum tentu diperlukan.
Takaran Konsentrat untuk Kambing Perah
Kambing perah mempunyai kebutuhan yang berbeda karena sebagian nutrisi digunakan untuk menghasilkan susu.
Semakin tinggi produksi susu, semakin penting kualitas ransum.
Namun, pemberian konsentrat sebaiknya tidak ditentukan hanya berdasarkan jumlah susu tanpa melihat:
- kualitas hijauan;
- kandungan protein;
- energi ransum;
- kondisi tubuh;
- fase laktasi;
- dan kebutuhan reproduksi.
Untuk kambing perah, formulasi ransum berdasarkan jumlah dan kandungan nutrisi susu yang dihasilkan lebih baik daripada menggunakan satu angka konsentrat untuk semua indukan.
Takaran Konsentrat untuk Indukan Bunting
Kebutuhan nutrisi indukan berubah selama kebuntingan.
Pada fase akhir kebuntingan, pertumbuhan janin meningkat sehingga kualitas ransum perlu diperhatikan.
Namun, pemberian konsentrat harus dilakukan secara bertahap dan tidak berlebihan.
Indukan bunting juga perlu mendapatkan:
- hijauan berkualitas;
- protein;
- energi;
- mineral;
- dan air bersih.
Jika ransum induk terlalu rendah kualitasnya, kondisi tubuh dapat menurun.
Sebaliknya, pemberian pakan berlebihan juga tidak selalu menguntungkan.
Takaran Konsentrat untuk Induk Menyusui
Induk menyusui mempunyai kebutuhan nutrisi lebih tinggi karena harus mempertahankan tubuh sekaligus menghasilkan susu untuk anak.
Kebutuhan konsentrat dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai produksi susu dan kondisi tubuh.
Pada tahap ini, peternak harus memperhatikan dua hal:
produksi susu dan kondisi tubuh induk.
Jika produksi meningkat tetapi induk semakin kurus, ransum mungkin belum memenuhi kebutuhan energinya.
Takaran Konsentrat untuk Anak Kambing
Anak kambing tidak langsung diberikan konsentrat dalam jumlah besar.
Pada fase awal, susu atau susu induk menjadi sumber nutrisi utama sesuai sistem pemeliharaan.
Setelah sistem pencernaan berkembang, creep feed atau pakan awal anak kambing dapat diperkenalkan secara bertahap dalam jumlah kecil.
Tujuannya adalah membantu anak belajar mengonsumsi pakan padat dan mendukung perkembangan rumen.
Air bersih juga perlu tersedia sesuai sistem pemeliharaan.
Takaran Konsentrat untuk Pejantan
Pejantan dewasa tidak otomatis membutuhkan konsentrat tinggi setiap hari.
Kebutuhannya dipengaruhi oleh:
- bobot;
- aktivitas;
- kondisi tubuh;
- musim kawin;
- dan kualitas hijauan.
Pejantan yang terlalu gemuk justru tidak selalu ideal.
Targetnya adalah mempertahankan kondisi tubuh sehat dan proporsional.
Berapa Kali Konsentrat Diberikan dalam Sehari?
Jika jumlah konsentrat cukup besar, pembagian menjadi dua kali pemberian dapat membantu mengurangi beban pemberian dalam satu waktu.
Contohnya, jika total kebutuhan:
400 gram/hari
dapat dibagi:
200 gram pagi + 200 gram sore.
Pembagian ini juga memudahkan peternak mengamati konsumsi pakan.
Untuk jumlah yang kecil, pemberian sekali sehari mungkin cukup tergantung sistem pemeliharaan.
Jangan Memberikan Konsentrat Sekaligus dalam Jumlah Besar
Salah satu kesalahan peternak pemula adalah memberikan konsentrat dalam jumlah tinggi secara mendadak.
Perubahan tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan fermentasi rumen dan masalah pencernaan.
Jika kambing sebelumnya hanya mendapatkan hijauan, lakukan adaptasi secara bertahap.
Contohnya:
Hari awal → jumlah kecil
kemudian secara perlahan dinaikkan sambil mengamati:
- nafsu makan;
- kotoran;
- aktivitas;
- kembung;
- dan kondisi tubuh.
Hijauan Tetap Menjadi Bagian Penting
Konsentrat tidak seharusnya menggantikan seluruh hijauan.
Kambing merupakan ruminansia yang membutuhkan serat untuk mendukung fungsi rumen.
Karena itu, ransum sebaiknya tetap menyediakan sumber serat yang cukup dari hijauan atau bahan berserat yang sesuai.
Prinsip sederhananya:
Konsentrat = nutrisi padat
Hijauan = sumber serat dan bagian penting dari fungsi rumen
Keduanya harus disusun secara seimbang.
Contoh Komposisi Konsentrat Kambing
Berikut contoh formula ilustratif untuk 100 kg konsentrat:
| Bahan | Jumlah |
|---|---|
| Dedak padi | 40 kg |
| Jagung giling | 25 kg |
| Bungkil kelapa | 20 kg |
| Pollard | 12 kg |
| Mineral | 2 kg |
| Garam | 1 kg |
| Total | 100 kg |
Formula ini hanya contoh dan tidak boleh dianggap sebagai formulasi nutrisi universal.
Kandungan protein dan energi aktual setiap bahan dapat berbeda.
Jika ingin membuat konsentrat untuk produksi tinggi, formulasi sebaiknya disusun berdasarkan hasil analisis bahan pakan dan kebutuhan kambing.
Cara Menghitung Konsentrat dari Bobot Badan
Rumus sederhana:
Konsentrat = Bobot badan × persentase bahan kering konsentrat
Contoh:
Bobot kambing:
35 kg
Patokan awal:
1% bobot badan
Maka:
35 × 1%
= 0,35 kg
atau:
350 gram bahan kering konsentrat per hari.
Jika kebutuhan ditetapkan 1,5%:
35 × 1,5%
= 525 gram bahan kering per hari.
Perbedaan angka tersebut menunjukkan mengapa tujuan pemeliharaan dan kualitas hijauan perlu dipertimbangkan.
Mengapa Takaran Tidak Bisa Disamakan untuk Semua Kambing?
Bayangkan dua kambing sama-sama berbobot 30 kg.
Kambing A
- penggemukan;
- pertumbuhan cepat;
- hijauan berkualitas sedang.
Kambing B
- kambing perah;
- produksi susu tinggi;
- hijauan berkualitas tinggi.
Walaupun bobot sama, kebutuhan nutrisinya tidak sama.
Karena itu, rumus bobot badan hanya menjadi titik awal, bukan hasil akhir formulasi.
Perhatikan Kondisi Tubuh Kambing
Selain menimbang kambing, peternak perlu memperhatikan kondisi tubuh.
Kambing yang terlalu kurus dapat membutuhkan peningkatan kualitas ransum.
Kambing yang terlalu gemuk mungkin justru perlu evaluasi pakan.
Tujuannya adalah memperoleh body condition yang sesuai dengan fungsi dan fase fisiologis kambing.
Tanda Konsentrat Terlalu Banyak
Peternak perlu waspada jika setelah peningkatan konsentrat muncul:
- perubahan kotoran;
- nafsu makan menurun;
- kambing terlihat tidak nyaman;
- perut tampak tidak normal;
- kembung;
- atau perubahan perilaku.
Jika kambing menunjukkan tanda sakit atau gangguan pencernaan yang serius, segera hubungi dokter hewan atau tenaga kesehatan hewan.
Tanda Pemberian Pakan Kurang
Beberapa indikasi yang dapat menjadi bahan evaluasi antara lain:
- pertumbuhan lambat;
- kondisi tubuh menurun;
- bulu terlihat kurang baik;
- produksi susu menurun;
- atau performa reproduksi terganggu.
Namun, jangan langsung menyimpulkan bahwa penyebabnya adalah kurang konsentrat.
Masalah dapat berasal dari:
- kualitas hijauan;
- parasit;
- penyakit;
- air minum;
- stres;
- atau faktor lainnya.
Cara Menghemat Biaya Konsentrat
Konsentrat merupakan salah satu komponen biaya yang dapat cukup besar.
Untuk menghemat biaya:
Manfaatkan bahan lokal
Dedak, jagung, bungkil, atau bahan lain dapat digunakan jika tersedia dan kualitasnya baik.
Kurangi pakan terbuang
Pastikan konsentrat tidak tercecer atau tercampur kotoran.
Beli bahan secara efisien
Jika volume usaha memungkinkan, pembelian bahan tertentu dalam jumlah lebih besar dapat menurunkan biaya per kilogram.
Hitung harga per nutrisi
Jangan hanya membandingkan harga per kilogram.
Bahan yang lebih mahal belum tentu lebih mahal jika kandungan protein atau energinya jauh lebih tinggi.
Konsentrat Murah Belum Tentu Ekonomis
Misalnya:
Konsentrat A: Rp4.000/kg
Konsentrat B: Rp5.000/kg
Jika konsentrat B memberikan kandungan nutrisi lebih sesuai dan membuat pertumbuhan lebih baik, harga per kilogram yang lebih mahal belum tentu menghasilkan biaya produksi lebih tinggi.
Yang perlu dihitung adalah:
biaya pakan per kg pertambahan bobot
atau, pada kambing perah:
biaya pakan per liter susu.
Menghitung Biaya Konsentrat Harian
Misalnya kambing diberikan:
350 gram konsentrat/hari
Harga konsentrat:
Rp5.000/kg
Maka biaya harian:
0,35 × Rp5.000
= Rp1.750 per ekor/hari.
Jika dipelihara selama 30 hari:
Rp1.750 × 30
= Rp52.500 per ekor/bulan.
Dengan cara sederhana ini, peternak dapat mengetahui berapa biaya konsentrat yang sebenarnya dikeluarkan.
Contoh Biaya Konsentrat untuk 10 Ekor Kambing
Jika masing-masing kambing menerima:
350 gram/hari
maka kebutuhan 10 ekor:
10 × 350 gram
= 3.500 gram
atau:
3,5 kg/hari.
Dalam 30 hari:
3,5 × 30
= 105 kg/bulan.
Jika harga konsentrat Rp5.000/kg:
105 × Rp5.000
= Rp525.000 per bulan.
Ini baru biaya konsentrat, belum termasuk hijauan, tenaga kerja, kesehatan, air, kandang, dan biaya lainnya.
Waktu Pemberian Konsentrat
Konsentrat dapat diberikan sebelum atau bersamaan dengan hijauan tergantung sistem pakan yang digunakan.
Yang lebih penting adalah jadwal konsisten dan perubahan ransum dilakukan bertahap.
Peternak juga sebaiknya tidak membiarkan kambing mengonsumsi konsentrat dalam jumlah besar tanpa sumber serat yang memadai.
Jangan Menggunakan Bahan Pakan yang Berjamur
Bahan konsentrat harus diperiksa sebelum diberikan.
Hindari bahan yang:
- berjamur;
- berbau menyimpang;
- basah dan rusak;
- tercemar bahan kimia;
- atau tidak diketahui asalnya.
Bahan pakan yang rusak dapat menimbulkan masalah kesehatan dan menurunkan performa ternak.
Simpan Konsentrat dengan Benar
Simpan konsentrat di:
- tempat kering;
- tidak terkena hujan;
- memiliki ventilasi;
- terlindung dari tikus;
- dan tidak bersentuhan langsung dengan lantai lembap.
Gunakan sistem first in, first out agar bahan yang lebih lama disimpan digunakan lebih dahulu.
Cara Menaikkan Takaran Konsentrat
Jika ingin meningkatkan konsentrat, jangan langsung menggandakan jumlah.
Misalnya dari:
200 gram → 400 gram
secara mendadak.
Lebih baik tingkatkan secara bertahap sambil memantau respons kambing.
Jika muncul gangguan pencernaan atau kambing tidak nyaman, evaluasi kembali ransumnya.
Apakah Konsentrat Bisa Membuat Kambing Cepat Gemuk?
Konsentrat dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi untuk pertumbuhan, tetapi bukan satu-satunya faktor.
Pertumbuhan dipengaruhi:
- genetik;
- umur;
- bobot awal;
- kesehatan;
- kualitas ransum;
- konsumsi pakan;
- air;
- lingkungan;
- dan manajemen.
Jika kambing mempunyai potensi pertumbuhan rendah atau sedang sakit, penambahan konsentrat secara berlebihan tidak otomatis menghasilkan pertumbuhan tinggi.
Hubungan Konsentrat dengan Pertambahan Bobot
Peternak sebaiknya mencatat:
Bobot awal → jumlah pakan → bobot berikutnya → biaya pakan.
Misalnya:
Bobot awal = 25 kg
Bobot setelah 30 hari = 28 kg
Pertambahan bobot:
3 kg
Jika total biaya konsentrat selama periode:
Rp150.000
maka biaya konsentrat per kilogram pertambahan bobot:
Rp150.000 ÷ 3
= Rp50.000/kg PBB.
Angka ini membantu mengevaluasi efisiensi pakan.
Konsentrat untuk Kambing Qurban
Pada kambing yang dipersiapkan untuk qurban, target bukan hanya bobot.
Peternak harus memastikan kambing:
- sehat;
- memiliki kondisi tubuh baik;
- terawat;
- dan memenuhi persyaratan hewan qurban yang berlaku.
Pemberian konsentrat sebaiknya dilakukan sebagai bagian dari program penggemukan yang terukur, bukan secara ekstrem menjelang hari penjualan.
Konsentrat untuk Kambing Breeding
Indukan breeding juga membutuhkan ransum yang tepat.
Terlalu kurus dapat mengganggu performa reproduksi, sementara terlalu gemuk juga tidak selalu ideal.
Kebutuhan konsentrat harus disesuaikan dengan:
- fase reproduksi;
- kebuntingan;
- laktasi;
- kondisi tubuh;
- dan kualitas hijauan.
Kesalahan Umum Saat Memberikan Konsentrat
1. Memberikan Berdasarkan Perkiraan
Tidak pernah menimbang pakan.
2. Menganggap Semua Kambing Sama
Padahal bobot dan kebutuhan nutrisi berbeda.
3. Mengurangi Hijauan Terlalu Banyak
Kambing tetap membutuhkan serat.
4. Menaikkan Pakan Secara Mendadak
Sistem rumen membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
5. Mengejar Gemuk dengan Konsentrat Berlebihan
Biaya naik dan risiko gangguan pencernaan dapat meningkat.
6. Mengabaikan Air
Air sangat penting dalam proses pencernaan dan metabolisme.
7. Tidak Menghitung Biaya
Peternak tidak tahu apakah tambahan konsentrat benar-benar meningkatkan keuntungan.
Strategi Pemberian Konsentrat yang Efisien
Gunakan prinsip berikut:
Timbang → berikan → amati → catat → evaluasi.
Jangan hanya:
beri banyak → berharap kambing cepat besar.
Dengan pencatatan sederhana, peternak dapat mengetahui apakah peningkatan konsentrat benar-benar memberikan hasil ekonomi.
Contoh Jadwal Pakan Kambing Penggemukan
Sebagai contoh untuk kambing dewasa yang sedang digemukkan:
Pagi
- air bersih;
- konsentrat sesuai ransum;
- hijauan.
Siang
- hijauan;
- air bersih.
Sore
- konsentrat sesuai ransum;
- hijauan;
- air bersih.
Jumlah aktual harus disesuaikan dengan bobot kambing dan formulasi pakan.
Jadwal tersebut hanya contoh manajemen, bukan resep universal.
Bagaimana Menentukan Takaran yang Tepat?
Untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, gunakan langkah berikut:
Langkah 1 — Timbang kambing
Ketahui bobot aktual.
Langkah 2 — Tentukan tujuan
Apakah untuk:
- penggemukan;
- breeding;
- laktasi;
- atau pemeliharaan?
Langkah 3 — Evaluasi hijauan
Semakin baik kualitas hijauan, kebutuhan konsentrat dapat berbeda.
Langkah 4 — Hitung kebutuhan nutrisi
Pertimbangkan energi, protein, serat, mineral, dan air.
Langkah 5 — Mulai dari jumlah moderat
Berikan secara bertahap.
Langkah 6 — Pantau respons
Amati kotoran, nafsu makan, kondisi tubuh, dan pertumbuhan.
Langkah 7 — Evaluasi biaya
Pastikan tambahan pakan memberikan hasil ekonomi.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Ahli?
Konsultasi dengan dokter hewan, nutrisionis ternak, penyuluh peternakan, atau tenaga teknis berpengalaman sangat disarankan apabila:
- kambing mengalami penurunan produksi;
- terjadi gangguan pencernaan;
- terdapat banyak kambing yang tidak berkembang;
- kambing mengalami penurunan berat badan;
- indukan bunting membutuhkan ransum khusus;
- atau peternak ingin menyusun pakan produksi tinggi.
Untuk peternakan komersial, formulasi ransum berdasarkan analisis bahan pakan akan memberikan hasil yang lebih dapat dipertanggungjawabkan.
Kesimpulan
Takaran pakan konsentrat kambing harian tidak bisa ditentukan dengan satu angka yang berlaku untuk semua kambing. Bobot badan memang dapat digunakan sebagai titik awal perhitungan, tetapi kebutuhan sebenarnya juga dipengaruhi oleh tujuan pemeliharaan, kualitas hijauan, umur, fase kebuntingan atau laktasi, kondisi tubuh, dan kualitas bahan konsentrat.
Sebagai pedoman awal, konsentrat dapat diperkirakan sekitar 0,5–1,5% dari bobot badan dalam bentuk bahan kering, kemudian disesuaikan berdasarkan respons kambing dan kualitas keseluruhan ransum.
Yang paling penting adalah memberikan konsentrat secara bertahap, menjaga ketersediaan hijauan dan air, menghindari bahan pakan rusak, serta mencatat konsumsi dan pertumbuhan kambing.
Peternak juga sebaiknya tidak mengejar jumlah konsentrat sebanyak mungkin. Target sebenarnya adalah memperoleh pertumbuhan atau produksi yang baik dengan biaya pakan yang efisien dan risiko kesehatan yang rendah.
FAQ Takaran Pakan Konsentrat Kambing Harian
Berapa gram konsentrat untuk kambing 20 kg?
Sebagai titik awal, kisaran sekitar 150–250 gram per hari dapat digunakan tergantung kualitas hijauan dan tujuan pemeliharaan. Jumlah aktual perlu disesuaikan berdasarkan kondisi kambing.
Berapa konsentrat untuk kambing 30 kg?
Kisaran awal sekitar 250–400 gram per hari dapat digunakan sebagai pedoman praktis, tetapi kebutuhan kambing penggemukan, breeding, dan perah dapat berbeda.
Apakah kambing boleh makan konsentrat setiap hari?
Boleh jika konsentrat merupakan bagian dari ransum yang seimbang dan diberikan dalam jumlah sesuai kebutuhan. Pemberian harus dilakukan secara teratur dan perubahan jumlah sebaiknya bertahap.
Apakah konsentrat bisa menggantikan rumput?
Tidak sebaiknya. Kambing tetap membutuhkan serat dari hijauan atau sumber serat lainnya untuk mendukung fungsi rumen.
Apakah semakin banyak konsentrat membuat kambing semakin cepat gemuk?
Tidak selalu. Konsentrat berlebihan dapat meningkatkan biaya dan berisiko menyebabkan gangguan pencernaan. Pertumbuhan ditentukan oleh keseluruhan ransum, genetik, kesehatan, dan manajemen.
Berapa kali sehari konsentrat diberikan?
Jika jumlahnya cukup besar, konsentrat dapat dibagi menjadi dua kali pemberian, misalnya pagi dan sore. Jadwal perlu disesuaikan dengan sistem pemeliharaan.
Bagaimana cara menghitung biaya konsentrat?
Kalikan jumlah konsentrat yang diberikan per hari dengan harga per kilogram, kemudian kalikan jumlah hari pemeliharaan.