Ketersediaan hijauan berkualitas secara mandiri merupakan kunci utama untuk menekan biaya operasional peternakan kambing hingga titik terendah. Salah satu jenis hijauan unggul yang paling ideal untuk ruminansia kecil adalah rumput odot (Pennisetum purpureum cv. Mott)—varietas rumput gajah kerdil (dwarf elephant grass) dengan produktivitas biomassa tinggi dan palatabilitas luar biasa.

Berbeda dengan rumput gajah konvensional atau rumput raja yang batangnya keras berkayu dan berbulu gatal, rumput odot memiliki tekstur batang yang lunak, daun lembut bebas bulu tajam, serta rasio daun terhadap batang yang sangat tinggi. Karakteristik ini membuat kambing mampu melahap seluruh bagian tanaman hingga habis tanpa menyisakan sisa pakan yang terbuang (zero waste).
1. Keunggulan Nutrisi dan Karakteristik Agronomis Rumput Odot
Memahami profil agronomi rumput odot mempermudah peternak merancang rotasi panen dan kebutuhan luas lahan bank pakan:
PROFIL AGRONOMI RUMPUT ODOT
│
┌────────────────────────────┼────────────────────────────┐
│ │ │
▼ ▼ ▼
KANDUNGAN NUTRISI TINGGI PERTUMBUHAN CEPAT & RUMPUN HEMAT LAHAN PRODUKSI
- Protein Kasar (PK): 12 - 14% - Panen perdana: 60 - 75 hari - 1 hektare mampu menampung
- Daun muda PK hingga 17% - Panen regrow: 35 - 45 hari 40 - 60 ekor kambing
- TDN / Energi cerna: > 65% - Anakan: 20 - 40 batang/rumpun - Produktivitas: 40-60 ton/ha/th
- Palatabilitas Maksimal: Tekstur ruas batang yang renyah dan berair disukai oleh cempe, indukan bunting, maupun kambing penggemukan.
- Toleransi Lingkungan Luas: Tumbuh optimal di dataran rendah maupun tinggi (0 – 1.200 mdpl), tahan naungan moderat (bisa ditumpangsarikan di bawah tegakan pohon kelapa atau sengon), dan responsif terhadap pemupukan organik kotoran kambing.
2. Persiapan Bibit: Pemilihan Stek Batang Unggul
Keberhasilan penanaman ditentukan oleh viabilitas mata tunas bibit:
| Parameter Bibit | Kriteria Stek Unggul | Ciri Stek Rusak / Wajib Ditolak |
| Umur Tanaman Induk | Minimal 8 – 12 bulan (batang tua berkayu) | Tanaman muda (<6 bulan) yang ruasnya masih lembek |
| Panjang Potongan Stek | 20 – 30 cm (terdiri dari 2–3 ruas mata tunas) | Potongan pendek <10 cm atau hanya memiliki 1 mata tunas |
| Kondisi Mata Tunas | Tunas menonjol padat, tidak layu/kering | Mata tunas membusuk hitam atau patah saat pemotongan |
| Sudut Potongan | Dipotong miring 45 dengan pisau/arit tajam | Potongan remuk atau pecah serat akibat alat tumpul |
Perlakuan Pra-Tanam: Ikat stek dalam ikatan 50–100 batang, lalu letakkan di tempat teduh dan siram air setiap pagi selama 2–3 hari hingga mata tunas mulai merekah hijau sebelum ditancapkan ke tanah.
3. Pengolahan Lahan dan Pembuatan Guludan
Penggemburan tanah wajib dilakukan agar perakaran serabut odot dapat mencengkeram tanah secara kokoh dan menyerap unsur hara optimal:
1.Pembersihan Lahan (Land Preparation):Tahap 1: Penggemburan & Sanitasi.
Cangkul atau bajak lahan sedalam 20 – 30 cm. Bersihkan gulma berakar dalam serta batu-batuan. Biarkan tanah terpapar sinar matahari selama 3–5 hari untuk mematikan spora jamur dan patogen tanah.
2.Penataan Drainase Lahan:Tahap 2: Pembuatan Bedengan / Guludan.
Buat guludan memanjang dengan lebar 60 – 80 cm, tinggi guludan 20 – 30 cm, dan jarak antarguludan (parit drainase) selebar 40 – 50 cm. Parit ini berfungsi mencegah genangan air saat hujan lebat, karena odot rentan membusuk pada tanah yang terendam air (waterlogging).
3.Aplikasi Pupuk Kandang Matang:Tahap 3: Pemupukan Dasar Organik.
Taburkan pupuk kandang kotoran kambing (srintil fermentasi) sebanyak 1 – 2 kg per lubang tanam atau taburkan merata di sepanjang guludan (10 – 15 ton/hektare). Campurkan dengan tanah gembur dan diamkan selama 7 hari sebelum bibit ditanam.
4. Teknik Penanaman dan Pola Jarak Tanam Presisi
Pola tanam menentukan kerapatan populasi per rumpun dan kemudahan saat merumput:
SKEMA PENANAMAN STEK BATANG ODOT
───────────────────────────────────────────────────────────────────────────
Jarak Antar-Baris: 70 - 80 cm
◄──────────────────────────────────────────────►
[ Rumpun A ] ──────────────► [ Rumpun B ]
▲ ▲
│ Jarak Dalam Baris: │ Jarak Dalam Baris:
│ 50 - 60 cm │ 50 - 60 cm
▼ ▼
[ Rumpun C ] ──────────────► [ Rumpun D ]
───────────────────────────────────────────────────────────────────────────
Sudut Tancap Bibit: Miring 30° - 45° | 2 Mata Tunas Terkubur di Tanah
───────────────────────────────────────────────────────────────────────────
- Jarak Tanam Rekomendasi:
- 70 cm x 50 cm (Pola Standar Intensif): Memberikan ruang ventilasi antarrumpun yang cukup, mencegah kelembapan berlebih, dan mempermudah lalu lintas saat membawa karung panen.
- 50 cm x 50 cm (Pola Super Rapat): Sangat ideal untuk lahan terbatas pekarangan agar populasi hijauan maksimal.
- Teknik Tancap Stek: Tancapkan stek dengan posisi miring 30 – 45. Kubur 2 ruas mata tunas ke dalam tanah, dan sisakan 1 ruas mata tunas menghadap ke atas di permukaan tanah. Posisi miring ini memicu pertumbuhan akar lateral lebih banyak dibanding tancap tegak lurus.
5. Pemeliharaan, Pengairan, dan Rotasi Pemupukan Susulan
Rumput odot termasuk tanaman pakan yang sangat rakus nutrisi (nutrient-hungry), sehingga pemupukan pascapanen menjadi syarat wajib agar produksinya tidak menurun di tahun-tahun berikutnya:
SIKLUS PEMELIHARAAN BANK HIJAUAN ODOT
│
┌──────────────────────────────┴──────────────────────────────┐
│ │
▼ ▼
PEMUPUKAN SUSULAN PASCAPOTONG PENGAIRAN & PENYIANGAN GULMA
- Hari ke-7 setelah pangkas: Pupuk NPK / Urea - Siram 2 kali seminggu saat kemarau
- Taburkan srintil kambing di sela rumpun - Siangi rumput liar sebelum rumpun rapat
- Kocor POC urine kambing (rasio 1:10) - Gemburkan tanah di sekitar perakaran
- Pemupukan Susulan Kimia & Organik:
- Hari ke-7 Pascapanen: Taburkan 5 – 10 gram pupuk Urea/NPK di sekitar pangkal rumpun untuk memacu keluarnya anakan daun baru secara serempak.
- Hari ke-14 Pascapanen: Kocor rumpun dengan Pupuk Organik Cair (POC) dari urine kambing fermentasi yang diencerkan air bersih.
- Pengairan: Pada fase awal tanam (1–3 minggu pertama), jaga kelembapan tanah dengan penyiraman rutin tiap pagi atau sore. Setelah tanaman berumur di atas 1 bulan dan berakar kuat, odot memiliki ketahanan tinggi terhadap kekeringan.
6. Manajemen Panen dan Teknik Pemotongan yang Benar
Kesalahan paling umum yang sering dilakukan peternak adalah memotong rumput odot terlalu tinggi di atas permukaan tanah:
- Umur Panen Ideal:
- Panen Perdana: Lakukan saat tanaman berumur 60 – 75 hari setelah tanam. Hal ini memberi waktu bagi perakaran dasar untuk tumbuh kokoh di dalam tanah.
- Panen Regrow (Siklus Berkelanjutan): Potong kembali setiap 35 – 45 hari pada musim hujan, atau 45 – 55 hari pada musim kemarau. Memanen pada rentang usia ini menjaga rasio protein kasar tetap tinggi (12 – 14%) sebelum serat batangnya menua.
- Teknik Potongan Mepet Tanah (Ground Level Cutting):
- Gunakan arit tajam untuk memotong batang odot tepat sejajar atau 2 – 3 cm di atas permukaan tanah.
- Mengapa Harus Mepet Tanah? Pemotongan yang menyisakan tunggul tinggi akan memicu tunas baru tumbuh di udara (buku batang atas) yang batangnya kurus kecil. Pemotongan rata tanah merangsang tunas-tunas baru keluar langsung dari rhizoma dalam tanah, menghasilkan puluhan batang anakan yang gemuk, lebat, dan kokoh.
Melalui pemilihan bibit stek tua 3 ruas, pengolahan guludan berparit rapi, pemupukan organik kotoran kambing pascapanen, serta teknik potong mepet tanah, peternak dapat memiliki bank pakan rumput odot mandiri yang berproduksi melimpah sepanjang tahun untuk mencukupi kebutuhan seluruh populasi kambing.