Keberhasilan usaha peternakan kambing baik untuk program penggemukan (fattening) maupun pembibitan (breeding) sebagian besar ditentukan oleh efisiensi manajemen pakan. Biaya pakan mencakup sekitar 60% hingga 70% dari total biaya operasional. Memberikan pakan dengan nutrisi berimbang tidak hanya mempercepat pertambahan bobot harian (Average Daily Gain), tetapi juga menjaga daya tahan tubuh ternak terhadap serangan penyakit.

Kebutuhan Nutrisi Dasar Kambing
Kambing tergolong hewan ruminansia kecil yang membutuhkan kombinasi nutrisi seimbang untuk menunjang fungsi biologis dan produktivitasnya:
- Serat Kasar: Berfungsi menjaga stabilitas mikroba rumen dan fungsi saluran cerna.
- Protein Kasar (PK): Mendukung pembentukan jaringan otot, produksi susu, dan pertumbuhan jaringan tubuh.
- Energi (TDN/Total Digestible Nutrients): Bahan bakar utama untuk metabolisme harian dan pembentukan lemak.
- Mineral (Kalsium & Fosfor): Memperkuat struktur tulang, gigi, serta menstabilkan metabolisme reproduksi.
- Air Bersih: Tersedia secara bebas (ad libitum) untuk melancarkan proses cerna dan metabolisme.
Komposisi & Jenis Pakan Kambing
1. Hijauan Makanan Ternak (HMT)
Hijauan merupakan pakan pokok wajib untuk ruminansia. Jenis hijauan terbaik meliputi:
- Rumput Budidaya: Rumput Odot, Pakchong, Zanziba, dan Rumput Gajah. Rumput Odot memiliki tekstur batang yang lebih lunak dan sangat disukai kambing.
- Legum / Rambangan: Daun gamal (Gliricidia), kaliandra, lamtoro, dan indigofera. Legum kaya akan protein nabati (hingga 20–25% PK) yang mempercepat pertumbuhan.
2. Pakan Konsentrat / Penguat
Konsentrat berfungsi menutupi defisit nutrisi dari hijauan, terutama saat fase penggemukan intensif atau laktasi tinggi.
- Bahan Nabati: Dedak padi halus, ampas tahu, bungkil kelapa, polar gandum, dan jagung giling.
- Mineral & Premiks: Garam dapur dan premiks mineral komersial untuk mencegah defisiensi mikronutrien.
Perbandingan Komposisi Nutrisi Bahan Pakan Populer
| Bahan Pakan | Kategori | Kandungan Protein Kasar (PK) | Fungsi Utama |
| Rumput Odot | Rumput Budidaya | 12% – 14% | Sumber serat lunak dan energi |
| Daun Indigofera | Legum / Rambang | 23% – 28% | Sumber protein utama pengganti konsentrat |
| Daun Gamal | Legum / Rambang | 20% – 23% | Meningkatkan bobot dan laktasi |
| Dedak Padi Halus | Konsentrat | 10% – 12% | Penambah energi harian |
| Ampas Tahu | Konsentrat Basah | 18% – 22% | Pemicu pertumbuhan bobot cepat |
Manajemen dan Takaran Pemberian Pakan
- Kebutuhan Harian: Total pakan hijauan segar per hari berkisar antara 10% hingga 12% dari total bobot hidup kambing, sedangkan pakan konsentrat diberikan sebanyak 1% hingga 2% dari bobot tubuh.
- Jadwal Pemberian:
- Pagi (07.30 – 08.30): Berikan air minum dan pakan konsentrat terlebih dahulu agar mikroba rumen aktif mencerna nutrisi padat.
- Siang (12.00 – 13.00): Pemberian hijauan/rambangan segar.
- Sore (16.00 – 17.00): Pemberian hijauan dalam porsi lebih banyak untuk cadangan makan malam hari.
Praktik Terbaik Pengolahan Pakan
- Lakukan Pelayuan Hijauan: Hindari memberikan rumput yang baru dipotong dalam kondisi basah oleh embun pagi atau air hujan guna mencegah penyakit kembung (bloat/timpani) dan serangan parasit cacing. Layukan rumput di tempat teduh selama minimal 2–3 jam sebelum diberikan.
- Pencacahan Pakan (Chopping): Cacah hijauan menggunakan mesin chopper dengan ukuran 2–5 cm untuk menekan sisa pakan terbuang (waste) dan memudahkan pencernaan.
- Teknologi Silase & Fermentasi: Simpan kelebihan hijauan di musim hujan dalam drum kedap udara (silase anaerob) dengan campuran tetes tebu/molase dan dedak sebagai cadangan pakan bernutrisi tinggi untuk musim kemarau.