Memelihara ayam bukan hanya tentang menyediakan kandang dan pakan yang cukup. Salah satu tantangan terbesar dalam peternakan ayam adalah menjaga ternak tetap sehat.
Ayam yang terlihat sehat pada pagi hari dapat menunjukkan perubahan kondisi beberapa jam kemudian. Nafsu makan menurun, ayam menjadi lesu, muncul suara ngorok, kotoran berubah, produksi telur turun, atau beberapa ekor ditemukan mati mendadak.

Bagi peternak, kondisi seperti ini tidak boleh dianggap sepele.
Penyakit ayam dapat menyebabkan:
- pertumbuhan terhambat;
- konsumsi pakan menurun;
- produksi telur turun;
- kualitas telur memburuk;
- biaya pengobatan meningkat;
- angka kematian bertambah;
- hingga kerugian ekonomi yang besar.
Beberapa penyakit juga dapat menyebar dengan cepat dari satu ayam ke ayam lainnya.
Kementerian Pertanian menyebut Newcastle Disease atau tetelo masih menjadi tantangan penting bagi peternakan unggas di Indonesia dan mendorong kombinasi vaksinasi, biosekuriti, serta pelaporan penyakit sebagai bagian dari pengendalian.
Sementara itu, laporan resmi pemantauan Avian Influenza menunjukkan bahwa kasus AI masih dilaporkan di Indonesia; pada Juli 2026, misalnya, laporan mencatat kejadian pada ayam di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Lampung.
Karena itu, mengenali penyakit ayam sejak dini merupakan keterampilan penting bagi peternak.
Daftar Isi
- Mengapa Penyakit Ayam Perlu Diwaspadai?
- Penyakit Ayam yang Sering Terjadi
- Newcastle Disease atau Tetelo
- Avian Influenza atau Flu Burung
- Gumboro atau Infectious Bursal Disease
- Infectious Bronchitis
- Snot atau Coryza
- CRD atau Penyakit Pernapasan Kronis
- Kolera Ayam
- Coccidiosis
- Marek
- Pullorum
- Aspergillosis
- Cara Membedakan Gejala Penyakit Ayam
- Penyakit Pernapasan pada Ayam
- Penyakit Ayam yang Menyebabkan Diare
- Penyakit yang Menyebabkan Ayam Lumpuh
- Penyakit yang Menyebabkan Kematian Mendadak
- Cara Mencegah Penyakit Ayam
- Pentingnya Vaksinasi
- Biosekuriti Kandang
- Apa yang Harus Dilakukan Jika Ayam Sakit?
- Apakah Ayam Sakit Boleh Diberi Antibiotik?
- Kesalahan Peternak Saat Menghadapi Penyakit
- Checklist Kesehatan Ayam
- Kesimpulan
- FAQ
1. Mengapa Penyakit Ayam Perlu Diwaspadai?
Penyakit merupakan salah satu risiko terbesar dalam usaha peternakan unggas.
Masalahnya, gejala beberapa penyakit dapat terlihat hampir sama.
Misalnya, ayam yang:
- batuk;
- bersin;
- mengeluarkan cairan dari hidung;
- atau ngorok
belum tentu menderita penyakit yang sama.
Gangguan pernapasan pada ayam dapat disebabkan oleh virus, bakteri, mikoplasma, jamur, atau kombinasi beberapa agen penyakit. Literatur Kementerian Pertanian mencatat berbagai penyakit pernapasan pada broiler maupun layer, termasuk AI, ND, infectious bronchitis, infectious laryngotracheitis, CRD, infectious coryza, koliseptisemia, kolera, dan aspergillosis.
Karena itu, artikel ini sebaiknya digunakan sebagai panduan mengenali tanda awal, bukan sebagai pengganti diagnosis dokter hewan.
2. Penyakit Ayam yang Sering Terjadi
Beberapa penyakit yang perlu dikenal peternak antara lain:
- Newcastle Disease atau tetelo
- Avian Influenza
- Gumboro
- Infectious Bronchitis
- Coryza atau snot
- CRD
- Kolera ayam
- Coccidiosis
- Marek
- Pullorum
- Aspergillosis
Tidak semua penyakit mempunyai penyebab yang sama.
Ada yang disebabkan oleh:
- virus;
- bakteri;
- parasit;
- jamur;
- atau kombinasi beberapa faktor.
Cara pencegahannya juga berbeda.
3. Newcastle Disease atau Tetelo
Newcastle Disease (ND) merupakan salah satu penyakit penting pada ayam dan masih menjadi tantangan di Indonesia. Kementerian Pertanian pada 2026 menyebut ND masih bersifat endemik dan dapat menurunkan produktivitas unggas.
Penyakit ini disebabkan oleh virus Newcastle Disease.
Gejala yang dapat muncul
Gejala sangat bergantung pada strain virus dan kondisi ayam.
Beberapa tanda yang dapat ditemukan antara lain:
- nafsu makan menurun;
- lesu;
- gangguan pernapasan;
- batuk;
- bersin;
- ngorok;
- diare;
- gangguan saraf;
- leher terpuntir;
- kelumpuhan;
- dan kematian.
Pada ayam petelur, ND juga dapat menyebabkan penurunan produksi telur dan perubahan kualitas telur. Literatur teknis Kementerian Pertanian mencatat gangguan pernapasan dan saraf sebagai gejala yang dapat muncul pada ND.
Pencegahan
Pencegahan ND terutama mengandalkan:
- vaksinasi sesuai program;
- biosekuriti;
- sanitasi;
- pengendalian lalu lintas orang dan hewan;
- serta pemantauan kesehatan.
Kementan saat ini juga menekankan bahwa vaksinasi harus berjalan bersama biosekuriti dan pelaporan penyakit.
4. Avian Influenza atau Flu Burung
Avian Influenza (AI) adalah penyakit viral pada unggas yang perlu mendapatkan perhatian serius.
Selain dampaknya terhadap ayam, AI juga mempunyai aspek kesehatan masyarakat sehingga penanganannya tidak boleh dilakukan sembarangan.
Laporan pemantauan resmi Kementan menunjukkan AI masih terdeteksi di Indonesia. Pada Juli 2026, tercatat empat kejadian pada ayam dengan total 100 kasus serta satu kejadian pada itik dengan lima kasus di wilayah yang dilaporkan.
Gejala
Tanda klinis dapat bervariasi, tetapi peternak perlu waspada terhadap:
- kematian mendadak;
- penurunan nafsu makan;
- penurunan produksi telur;
- gangguan pernapasan;
- pembengkakan pada bagian tertentu;
- perubahan warna jengger atau pial;
- diare;
- dan gangguan saraf.
Tidak semua kasus akan menunjukkan seluruh gejala tersebut.
Apa yang harus dilakukan?
Jika terdapat kecurigaan AI, jangan memindahkan ayam sakit atau mati ke peternakan lain.
Batasi akses orang dan kendaraan.
Segera hubungi:
- dokter hewan;
- petugas kesehatan hewan;
- dinas peternakan;
- atau otoritas veteriner setempat.
Kementerian Pertanian mempunyai sistem pemantauan AI dan melakukan pengawasan melalui jaringan veteriner di berbagai daerah.
5. Gumboro atau Infectious Bursal Disease
Gumboro dikenal juga sebagai Infectious Bursal Disease (IBD).
Penyakit ini disebabkan oleh virus yang menyerang sistem kekebalan ayam, terutama jaringan bursa Fabricius.
Literatur Balai Penelitian Veteriner menjelaskan bahwa Gumboro banyak ditemukan pada ayam muda dan dapat menyebabkan morbiditas serta mortalitas tinggi pada bentuk yang virulen. Ayam yang bertahan dari infeksi tertentu juga dapat mengalami pertumbuhan terhambat.
Gejala yang dapat muncul
Beberapa tanda:
- ayam lesu;
- nafsu makan menurun;
- bulu berdiri;
- diare;
- bagian kloaka kotor;
- gemetar;
- ayam tampak lemah;
- dan dehidrasi.
Pencegahan
Pencegahan dapat dilakukan melalui:
- vaksinasi;
- sanitasi;
- biosekuriti;
- pengendalian lalu lintas;
- serta manajemen kandang yang baik.
Kementan juga memiliki berbagai vaksin terdaftar untuk pencegahan IBD/Gumboro.
6. Infectious Bronchitis
Infectious Bronchitis (IB) merupakan penyakit virus yang terutama menyerang saluran pernapasan ayam.
Namun pada strain tertentu, dampaknya juga dapat berkaitan dengan organ lain dan produksi telur.
Gejala
Ayam dapat menunjukkan:
- bersin;
- batuk;
- ngorok;
- kesulitan bernapas;
- mata berair;
- hidung mengeluarkan cairan;
- pertumbuhan terganggu.
Pada ayam petelur, penyakit ini dapat memengaruhi produksi dan kualitas telur.
Kementerian Pertanian mencatat IB sebagai salah satu penyakit unggas yang penting dan memiliki vaksin yang digunakan untuk membentuk kekebalan pada ayam.
Pencegahan
Program vaksinasi perlu disesuaikan dengan:
- jenis ayam;
- umur;
- kondisi peternakan;
- wilayah;
- dan risiko penyakit.
7. Snot atau Coryza
Coryza sering dikenal oleh peternak Indonesia sebagai snot.
Penyakit ini berkaitan dengan bakteri Avibacterium paragallinarum.
Kementerian Pertanian memiliki vaksin Coryza yang ditujukan untuk ayam layer dan broiler, menunjukkan bahwa penyakit ini memang menjadi salah satu masalah yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan unggas.
Gejala yang dapat terlihat
Ayam dapat mengalami:
- bersin;
- keluar cairan dari hidung;
- hidung kotor;
- pembengkakan wajah;
- mata berair;
- kelopak mata membengkak;
- ngorok;
- nafsu makan menurun;
- pertumbuhan melambat.
Pada ayam petelur, produksi telur juga dapat menurun.
Pencegahan
Langkah yang dapat dilakukan:
- menjaga kebersihan kandang;
- mengurangi kepadatan;
- mengontrol lalu lintas orang;
- melakukan sanitasi;
- dan menjalankan vaksinasi sesuai program.
8. CRD atau Penyakit Pernapasan Kronis
Chronic Respiratory Disease (CRD) merupakan salah satu gangguan pernapasan yang dikenal pada ayam dan sering dikaitkan dengan Mycoplasma gallisepticum.
Masalahnya dapat menjadi lebih kompleks ketika ayam mengalami infeksi sekunder.
Gejala
Ayam dapat menunjukkan:
- ngorok;
- bersin;
- batuk;
- keluar cairan dari hidung;
- mata berair;
- pertumbuhan tidak optimal;
- nafsu makan menurun.
Pada beberapa kondisi, gejala dapat menjadi lebih berat jika terdapat infeksi campuran.
Literatur Kementerian Pertanian mengenai penyakit pernapasan unggas memasukkan mikoplasmosis/CRD sebagai salah satu gangguan yang dapat terjadi pada broiler dan layer.
9. Kolera Ayam
Kolera ayam merupakan penyakit bakteri yang dapat menyebabkan masalah serius pada peternakan.
Gejalanya dapat berbeda tergantung bentuk penyakit.
Ayam dapat menunjukkan:
- lemas;
- nafsu makan turun;
- diare;
- gangguan pernapasan;
- pembengkakan;
- hingga kematian.
Pada bentuk akut, kematian dapat terjadi dengan cepat.
Karena gejala dapat menyerupai penyakit lain, diagnosis perlu dilakukan secara tepat sebelum menentukan pengobatan.
10. Coccidiosis
Coccidiosis disebabkan oleh parasit Eimeria yang menyerang saluran pencernaan.
Penyakit ini sangat berkaitan dengan kondisi lingkungan, terutama ketika litter terlalu lembap dan kebersihan tidak terjaga.
Gejala
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan:
- diare;
- kotoran berdarah pada kasus tertentu;
- ayam lemah;
- nafsu makan menurun;
- pertumbuhan terhambat;
- bulu tampak kusam;
- dan dehidrasi.
Pada ayam muda, coccidiosis dapat menyebabkan kerugian besar jika tidak dikendalikan.
Pencegahan
Perhatikan:
- kondisi litter;
- kelembapan kandang;
- kepadatan ayam;
- kebersihan;
- dan program pengendalian yang sesuai.
11. Marek
Marek merupakan penyakit virus yang dapat menyerang sistem saraf dan organ tertentu pada ayam.
Penyakit ini perlu diwaspadai terutama pada ayam muda.
Gejala
Tanda yang dapat muncul antara lain:
- kelemahan;
- kelumpuhan kaki;
- kelumpuhan sayap;
- ayam sulit berdiri;
- penurunan kondisi tubuh;
- dan pada kasus tertentu gangguan pada mata.
Karena gejala kelumpuhan juga dapat muncul pada penyakit lain, peternak tidak boleh langsung menyimpulkan bahwa ayam pasti terkena Marek hanya berdasarkan satu gejala.
Pencegahan
Vaksinasi merupakan salah satu komponen penting dalam pengendalian Marek.
12. Pullorum
Pullorum merupakan penyakit bakteri yang berkaitan dengan Salmonella Pullorum.
Penyakit ini terutama penting pada ayam muda.
Tanda yang dapat muncul antara lain:
- lemah;
- nafsu makan menurun;
- pertumbuhan terhambat;
- diare;
- kotoran menempel pada daerah kloaka;
- dan kematian pada anak ayam.
Kementerian Pertanian juga menyediakan alat diagnostik untuk pengujian Salmonella Pullorum, yang menunjukkan pentingnya konfirmasi laboratorium dalam pengawasan penyakit ini.
13. Aspergillosis
Aspergillosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh jamur, salah satunya dari genus Aspergillus.
Risikonya dapat meningkat jika ayam terpapar:
- pakan berjamur;
- litter berjamur;
- bahan kandang yang lembap;
- atau lingkungan dengan kontaminasi spora tinggi.
Gejala
Ayam dapat menunjukkan:
- kesulitan bernapas;
- lemah;
- pertumbuhan terganggu;
- nafsu makan turun;
- dan pada kasus berat kematian.
Karena itu, menjaga kualitas pakan dan litter merupakan bagian penting dari pencegahan.
14. Cara Membedakan Gejala Penyakit Ayam
Salah satu masalah terbesar dalam mendiagnosis penyakit ayam adalah gejala yang tumpang tindih.
Contohnya:
| Gejala | Kemungkinan masalah |
|---|---|
| Ngorok | CRD, IB, ND, Coryza, infeksi lain |
| Bersin | IB, Coryza, CRD, iritasi |
| Diare | ND, Gumboro, coccidiosis, bakteri, masalah pakan |
| Lumpuh | ND, Marek, cedera, masalah lain |
| Produksi telur turun | ND, AI, IB, stres, nutrisi, manajemen |
| Kematian mendadak | AI, ND, kolera, keracunan, dan kondisi lain |
Tabel tersebut bukan alat diagnosis.
Tujuannya hanya menunjukkan bahwa satu gejala dapat mempunyai banyak penyebab.
Diagnosis yang tepat dapat membutuhkan:
- pemeriksaan fisik;
- riwayat pemeliharaan;
- pemeriksaan bangkai;
- pemeriksaan laboratorium;
- atau pengujian khusus.
15. Penyakit Pernapasan pada Ayam
Jika banyak ayam mulai:
- bersin;
- batuk;
- ngorok;
- megap-megap;
- atau mengeluarkan cairan dari hidung,
jangan langsung memberikan obat secara acak.
Periksa terlebih dahulu kondisi kandang.
Apakah:
- ventilasi buruk?
- kandang terlalu padat?
- litter basah?
- kadar debu tinggi?
- amonia menyengat?
- ada perubahan pakan?
- ada ayam baru masuk?
- atau terdapat riwayat penyakit?
Penyakit pernapasan dapat berasal dari berbagai agen dan bahkan dapat terjadi sebagai infeksi campuran.
16. Penyakit Ayam yang Menyebabkan Diare
Diare bukan nama penyakit.
Diare adalah gejala.
Penyebabnya dapat beragam.
Jika ayam mengalami kotoran encer, perhatikan:
- warna;
- bau;
- konsistensi;
- jumlah ayam yang terkena;
- umur ayam;
- kondisi litter;
- konsumsi pakan;
- dan kondisi umum.
Diare berdarah, misalnya, perlu mendapat perhatian serius karena dapat berkaitan dengan masalah saluran pencernaan tertentu seperti coccidiosis.
17. Penyakit yang Menyebabkan Ayam Lumpuh
Ayam yang tiba-tiba sulit berdiri dapat membuat peternak langsung berpikir tentang Marek atau ND.
Padahal penyebab kelumpuhan bisa lebih luas.
Misalnya:
- penyakit saraf;
- penyakit infeksi;
- cedera;
- kekurangan nutrisi tertentu;
- keracunan;
- atau masalah pada kaki.
Karena itu, jangan melakukan diagnosis hanya berdasarkan satu gejala.
18. Penyakit yang Menyebabkan Kematian Mendadak
Kematian mendadak merupakan salah satu kondisi yang harus segera ditindaklanjuti.
Terutama jika:
- jumlah ayam mati meningkat;
- kematian terjadi dalam waktu singkat;
- disertai gangguan pernapasan;
- terdapat perubahan saraf;
- atau produksi telur tiba-tiba jatuh.
Dalam situasi seperti ini, jangan memindahkan ayam dari kandang tersebut ke lokasi lain.
Batasi lalu lintas.
Gunakan prosedur biosekuriti.
Jika dicurigai penyakit menular serius seperti AI atau ND, segera hubungi petugas kesehatan hewan.
19. Cara Mencegah Penyakit Ayam
Pencegahan jauh lebih penting daripada menunggu ayam sakit.
Beberapa prinsip utama adalah:
1. Biosekuriti
Batasi masuknya sumber penyakit.
2. Vaksinasi
Gunakan program yang sesuai dengan jenis ayam dan risiko daerah.
3. Sanitasi
Bersihkan kandang dan peralatan.
4. Air bersih
Pastikan sumber air tidak tercemar.
5. Pakan berkualitas
Jangan berikan pakan yang berjamur atau rusak.
6. Kepadatan sesuai
Jangan memenuhi kandang secara berlebihan.
7. Ventilasi
Jaga kualitas udara.
8. Pengendalian hewan liar
Tikus, burung liar, dan hewan lain dapat menjadi sumber risiko.
Kementan pada 2026 kembali menekankan bahwa vaksinasi saja tidak cukup. Biosekuriti yang mencakup kebersihan kandang, pembatasan lalu lintas orang dan kendaraan, disinfeksi, serta kebersihan peralatan dan pakan merupakan bagian penting dari pencegahan.
20. Pentingnya Vaksinasi
Vaksinasi merupakan salah satu alat pencegahan penyakit pada ayam.
Namun, vaksin bukan berarti ayam menjadi kebal terhadap semua penyakit.
Program vaksin harus disesuaikan dengan:
- jenis ayam;
- umur;
- tujuan pemeliharaan;
- kondisi daerah;
- riwayat penyakit;
- dan rekomendasi dokter hewan atau tenaga kesehatan hewan.
Kementerian Pertanian mencatat berbagai vaksin terdaftar untuk penyakit seperti ND, AI, IB, Gumboro, dan Coryza.
Jangan menyusun program vaksin hanya berdasarkan rekomendasi dari peternak lain tanpa mempertimbangkan kondisi peternakan sendiri.
21. Biosekuriti Kandang
Biosekuriti dapat dibagi secara sederhana menjadi tiga prinsip.
Pisahkan
Pisahkan ayam berdasarkan:
- umur;
- kelompok;
- atau status kesehatan.
Bersihkan
Bersihkan:
- kandang;
- tempat pakan;
- tempat minum;
- peralatan;
- dan area sekitar.
Batasi
Batasi:
- pengunjung;
- kendaraan;
- peralatan dari luar;
- serta perpindahan ayam.
Kementerian Pertanian secara khusus menekankan bahwa vaksinasi yang optimal belum menjamin kandang aman apabila biosekuriti tidak dijalankan dengan baik.
22. Apa yang Harus Dilakukan Jika Ayam Sakit?
Jika hanya satu atau beberapa ayam menunjukkan gejala ringan:
- Amati kondisi ayam.
- Pisahkan ayam sakit bila sistem pemeliharaan memungkinkan.
- Periksa air dan pakan.
- Periksa kondisi kandang.
- Catat gejala.
- Pantau ayam lainnya.
- Konsultasikan dengan dokter hewan atau petugas kesehatan hewan jika gejala berlanjut.
Jika jumlah ayam sakit meningkat dengan cepat:
jangan menunggu terlalu lama.
Segera minta bantuan tenaga kesehatan hewan.
23. Apakah Ayam Sakit Boleh Diberi Antibiotik?
Jangan memberikan antibiotik secara sembarangan.
Antibiotik bekerja terhadap bakteri tertentu, bukan terhadap virus seperti ND, AI, atau Gumboro.
Selain itu, penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menimbulkan masalah seperti:
- resistensi antimikroba;
- efek samping;
- residu obat;
- dan kegagalan terapi.
Karena itu, penggunaan obat hewan sebaiknya berdasarkan diagnosis dan petunjuk tenaga kesehatan hewan.
Database obat hewan Kementerian Pertanian juga membedakan produk biologik, farmasetik, antibiotik/antibakteri, serta klasifikasi obatnya.
Jangan menggunakan antibiotik hanya karena ayam ngorok.
Ngorok dapat mempunyai banyak penyebab.
24. Kesalahan Peternak Saat Menghadapi Penyakit
Kesalahan 1: Menunggu terlalu lama
Ayam sudah sakit beberapa hari tetapi baru ditangani setelah banyak yang terkena.
Kesalahan 2: Memberikan obat secara acak
Satu obat belum tentu cocok untuk semua penyakit.
Kesalahan 3: Tidak memisahkan ayam sakit
Ayam sakit dapat menjadi sumber penularan.
Kesalahan 4: Mengabaikan kandang
Peternak fokus pada obat tetapi tidak memperbaiki ventilasi, litter, air, atau kebersihan.
Kesalahan 5: Tidak mencatat kematian
Tanpa catatan, sulit mengetahui apakah kondisi membaik atau memburuk.
Kesalahan 6: Membeli ayam baru tanpa karantina
Ayam baru dapat membawa agen penyakit ke kandang lama.
Kesalahan 7: Menganggap vaksin sebagai perlindungan mutlak
Vaksin harus menjadi bagian dari program pencegahan, bukan satu-satunya pertahanan.
25. Checklist Kesehatan Ayam Harian
Peternak dapat melakukan pemeriksaan sederhana setiap hari.
Kondisi ayam
- Ayam aktif
- Nafsu makan normal
- Minum normal
- Tidak banyak ayam menyendiri
- Tidak banyak ayam bersin atau ngorok
- Tidak ada kematian tidak wajar
Kotoran
- Tidak terjadi diare massal
- Tidak banyak kotoran abnormal
- Litter tidak terlalu basah
Kandang
- Ventilasi baik
- Tidak terlalu panas
- Tidak ada bau amonia berlebihan
- Tempat pakan bersih
- Tempat minum bersih
Biosekuriti
- Tidak ada pengunjung tanpa kepentingan
- Peralatan bersih
- Hewan liar terkendali
- Ayam sakit ditangani
26. Kapan Harus Segera Memanggil Dokter Hewan?
Jangan menunggu jika ditemukan:
- kematian mendadak dalam jumlah tidak biasa;
- banyak ayam mengalami gangguan pernapasan;
- ayam mengalami gangguan saraf;
- produksi telur jatuh secara tiba-tiba;
- diare berat pada banyak ayam;
- perubahan kondisi yang sangat cepat;
- atau dugaan penyakit menular serius.
Terutama untuk dugaan AI atau ND, penanganan harus mengikuti prosedur kesehatan hewan setempat.
Kementan mempunyai jaringan Balai Veteriner yang melakukan pengujian untuk penyakit seperti AI, ND, IB, dan IBD, sehingga pemeriksaan laboratorium dapat menjadi bagian dari konfirmasi kasus tertentu.
27. Jangan Mengandalkan Satu Gejala
Ini adalah prinsip yang sangat penting bagi peternak.
Misalnya:
Ayam ngorok → belum tentu CRD.
Ayam diare → belum tentu Gumboro.
Ayam lumpuh → belum tentu Marek.
Ayam mati mendadak → belum tentu AI.
Gejala harus dilihat bersama:
- umur ayam;
- jumlah ayam sakit;
- kecepatan penyebaran;
- riwayat vaksinasi;
- kondisi kandang;
- pakan;
- air;
- dan hasil pemeriksaan.
Dengan cara ini, keputusan penanganan menjadi jauh lebih tepat.
Kesimpulan
Penyakit ayam yang sering terjadi tidak semuanya mempunyai penyebab dan penanganan yang sama.
Beberapa penyakit penting yang perlu dikenal peternak antara lain:
- Newcastle Disease atau tetelo;
- Avian Influenza;
- Gumboro;
- Infectious Bronchitis;
- Coryza atau snot;
- CRD;
- kolera ayam;
- coccidiosis;
- Marek;
- Pullorum;
- dan aspergillosis.
Sebagian penyakit disebabkan oleh virus, sebagian bakteri, parasit, atau jamur. Karena gejala dapat saling menyerupai, peternak sebaiknya tidak menentukan diagnosis hanya berdasarkan satu tanda klinis.
Pencegahan tetap menjadi strategi utama.
Kandang bersih + ventilasi baik + air bersih + pakan berkualitas + kepadatan sesuai + vaksinasi + biosekuriti + pemantauan rutin merupakan fondasi penting untuk menjaga kesehatan ayam.
Kementerian Pertanian pada 2026 kembali menegaskan pentingnya kombinasi vaksinasi, biosekuriti, dan pelaporan dalam pengendalian penyakit seperti Newcastle Disease.
Dan untuk penyakit yang berpotensi menimbulkan wabah atau mempunyai risiko kesehatan masyarakat, seperti Avian Influenza, peternak tidak boleh melakukan penanganan sembarangan.
Jika ayam menunjukkan gejala berat atau kematian meningkat secara tiba-tiba, segera hubungi dokter hewan atau petugas kesehatan hewan setempat.
Tujuan utama peternak bukan hanya mengobati ayam setelah sakit, tetapi membangun sistem pemeliharaan yang membuat risiko penyakit semakin kecil sejak awal.
FAQ Penyakit Ayam
Apa penyakit ayam yang paling sering terjadi?
Beberapa penyakit yang perlu diperhatikan antara lain ND, AI, Gumboro, IB, Coryza, CRD, coccidiosis, kolera, Marek, Pullorum, dan aspergillosis.
Apa ciri ayam sedang sakit?
Tanda umum dapat berupa ayam lesu, nafsu makan menurun, perubahan kotoran, gangguan pernapasan, penurunan produksi telur, perubahan perilaku, atau kematian. Namun satu gejala tidak cukup untuk menentukan penyakit tertentu.
Kenapa ayam sering ngorok?
Ngorok dapat berkaitan dengan berbagai gangguan pernapasan, termasuk CRD, IB, ND, Coryza, infeksi campuran, atau masalah lingkungan. Diagnosis tidak sebaiknya dibuat hanya berdasarkan suara ngorok.
Apa obat ayam yang ngorok?
Tidak ada satu obat yang otomatis cocok untuk semua ayam yang ngorok. Penyebab harus dicari terlebih dahulu. Jangan memberikan antibiotik secara sembarangan, terutama jika penyebabnya adalah virus.
Apakah vaksin bisa mencegah semua penyakit ayam?
Tidak. Vaksin hanya ditujukan terhadap penyakit tertentu dan harus menjadi bagian dari program kesehatan yang juga mencakup biosekuriti dan manajemen kandang.
Apa yang dilakukan jika banyak ayam mati mendadak?
Batasi perpindahan ayam, orang, dan peralatan dari kandang tersebut. Jangan memindahkan ayam sakit atau mati ke tempat lain. Segera hubungi dokter hewan atau petugas kesehatan hewan untuk mendapatkan arahan.
Apakah ayam sakit harus dipisahkan?
Dalam banyak situasi, pemisahan ayam sakit dapat membantu mengurangi risiko penularan dan memudahkan pemantauan. Namun tindakan spesifik bergantung pada penyakit yang dicurigai dan sistem peternakan.
Apakah pakan berjamur bisa menyebabkan ayam sakit?
Bisa. Pakan yang berjamur dapat membawa risiko kontaminasi mikotoksin dan sebaiknya tidak diberikan kepada ayam.
Apakah ayam kampung juga bisa terkena penyakit?
Bisa. Ayam kampung tidak otomatis kebal terhadap penyakit unggas. Manajemen kandang, pakan, vaksinasi, kebersihan, dan biosekuriti tetap penting.
Kapan harus menghubungi dokter hewan?
Segera cari bantuan profesional jika gejala berat muncul, banyak ayam sakit dalam waktu singkat, kematian meningkat, produksi telur turun drastis, atau ada dugaan penyakit menular serius.