Dalam menjalankan usaha peternakan, pakan selalu menjadi komponen biaya terbesar yang menguras isi kantong. Tak main-main, biaya pakan bisa mencapai 60% hingga 70% dari total biaya operasional. Oleh karena itu, pintar-pintar memilih bahan baku pakan yang berkualitas dan efisien adalah keharusan.
Bicara soal bahan baku pakan berkualitas, ada satu komoditas yang posisinya mutlak dan hampir tidak tergantikan dalam industri peternakan. Apa lagi kalau bukan jagung pakan ternak.

Sebagai salah satu sumber energi terbesar untuk hewan, jagung memegang peranan krusial dalam menentukan pertumbuhan bobot dan kesehatan ternak Sobat. Ayo kita bedah bersama mengapa jagung begitu penting, kandungan nutrisi di dalamnya, serta cara pengolahan yang tepat agar ternak Sobat tumbuh sehat dan gemuk maksimal!
Mengapa Jagung Menjadi Pilihan Utama?
Mungkin Sobat sempat bertanya-tanya, dari sekian banyak biji-bijian di alam, mengapa jagung yang paling populer digunakan dalam ransum formulasi pakan? Jawabannya ada pada kandungan gizi dan tingkat kesukaan hewan terhadap bahan ini.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa jagung pakan menjadi primadona di dunia peternakan:
- Sumber Energi Tinggi: Jagung kaya akan karbohidrat dalam bentuk pati yang sangat mudah dicerna oleh lambung ternak. Kandungan energi metabolis (Metabolizable Energy) pada jagung tergolong yang tertinggi dibandingkan biji-bijian lain seperti sorgum atau gandum.
- Kandungan Xanthophyll: Sobat yang beternak ayam petelur pasti menyukai hal ini. Jagung kuning mengandung zat warna alami bernama xanthophyll. Zat inilah yang bertanggung jawab memberikan warna kuning cerah keemasan pada kuning telur (egg yolk) dan membuat kulit serta kaki ayam broiler tampak kuning sehat, yang tentunya meningkatkan nilai jual di pasar.
- Palatabilitas Tinggi: Jagung memiliki aroma dan rasa khas yang sangat disukai oleh ternak (tingkat palatabilitas tinggi). Hal ini otomatis dapat merangsang nafsu makan hewan ternak Sobat agar makan lebih lahap.
- Asam Lemak Esensial: Jagung kaya akan asam linoleat yang berfungsi menjaga kesehatan kulit, bulu, dan mengoptimalkan ukuran telur pada unggas.
Kandungan Nutrisi dalam Jagung Pakan
Untuk menyusun formula pakan yang seimbang, Sobat harus mengetahui terlebih dahulu apa saja isi nutrisi di dalam setiap butir jagung kuning. Secara umum, jagung kering berkualitas baik memiliki profil nutrisi sebagai berikut:
- Energi Metabolis: Sekitar 3.300–3.370 kkal/kg (sangat tinggi untuk menyuplai tenaga dan pembentukan daging).
- Protein Kasar: Berkisar antara 8% hingga 9%. Angka ini memang tergolong rendah hingga sedang, sehingga dalam aplikasinya Sobat perlu mengombinasikannya dengan bahan sumber protein tinggi seperti bungkil kedelai atau tepung ikan.
- Serat Kasar: Cukup rendah, hanya sekitar 2%, sehingga sangat aman dan tidak membebani sistem pencernaan unggas yang berpendek.
- Lemak Kasar: Sekitar 3% hingga 4%, berfungsi sebagai cadangan energi tambahan.
Cara Pengolahan Jagung Pakan yang Tepat
Sobat tidak bisa langsung melemparkan jagung gelondongan yang utuh begitu saja ke dalam kandang, terutama untuk ternak unggas. Agar penyerapan nutrisinya berjalan optimal, jagung harus melalui proses pengolahan berdasarkan usia dan jenis ternak:
1. Jagung Giling Halus (Mash/Fine Ground)
Sangat cocok untuk anak ayam (doc) atau anak bebek yang baru menetas hingga usia 2 minggu. Sistem pencernaan mereka yang masih kecil dan rapuh membutuhkan tekstur pakan yang sangat lembut agar tidak menyumbat tembolok.
2. Jagung Giling Pecah (Crumble/Coarse Cracked)
Jenis olahan ini paling ideal untuk ayam remaja, ayam petelur dewasa, dan burung dara. Butiran jagung dipecah menjadi ukuran 2–3 milimeter. Tekstur ini sangat disukai unggas dewasa karena memicu insting alami mereka untuk mematok biji-bijian.
3. Jagung Pipil Utuh atau Silase
Untuk ruminansia seperti sapi, domba, atau kambing, jagung pipil utuh bisa langsung diberikan karena mereka memiliki sistem pencernaan ruminansia yang kuat dengan bantuan mikrob lambung. Selain bijinya, Sobat juga bisa mengolah seluruh tanaman jagung (termasuk batang dan daun muda) menjadi silase jagung melalui proses fermentasi untuk persediaan pakan hijau berserat tinggi di musim kemarau.
Waspada Ancaman Aflatoksin!
Ada satu hal krusial yang wajib Sobat peternak perhatikan baik-baik saat membeli atau menyimpan jagung pakan, yaitu kadar air dan ancaman jamur.
Jagung yang dipanen pada kondisi basah atau disimpan di gudang yang lembap sangat rentan ditumbuhi oleh jamur Aspergillus flavus. Jamur ini menghasilkan racun mematikan yang disebut aflatoksin.
Catatan Penting untuk Sobat: Jika ternak Sobat mengonsumsi pakan yang terkontaminasi aflatoksin, akibatnya bisa fatal. Mulai dari penurunan drastis nafsu makan, kerusakan organ hati, penurunan produksi telur, kecacatan, hingga kematian massal.
Oleh karena itu, pastikan Sobat hanya membeli jagung pakan yang sudah kering sempurna dengan kadar air maksimal 12–14%. Jemur kembali jika dirasa kurang kering, dan pastikan sirkulasi udara di gudang penyimpanan Sobat tetap terjaga dengan baik.
Kesimpulan
Jagung pakan ternak terbukti memegang peran vital sebagai motor penggerak pertumbuhan dan sumber energi utama dalam usaha peternakan Sobat. Keberhasilan memaksimalkan potensi jagung ini terletak pada ketelitian Sobat dalam memilih kualitas jagung yang kering bebas jamur, serta ketepatan cara pengolahannya sesuai komoditas ternak yang dipelihara.
