Penggemukan kambing sering dianggap sederhana: beli kambing, berikan banyak pakan, lalu jual ketika tubuhnya sudah besar.
Padahal, penggemukan yang baik bukan sekadar membuat kambing makan sebanyak-banyaknya.
Peternak perlu memilih bakalan yang tepat, menyediakan pakan sesuai kebutuhan, menjaga kesehatan, mengontrol pertambahan bobot, serta menghitung apakah tambahan bobot yang diperoleh benar-benar sebanding dengan biaya pemeliharaan.
Dengan kata lain, tujuan penggemukan bukan hanya:
membuat kambing menjadi lebih berat.
Tetapi:
menambah bobot tubuh secara efisien sehingga nilai jual meningkat lebih cepat daripada biaya yang dikeluarkan.
Dalam sistem penggemukan, kualitas bakalan, pakan, dan tata laksana pemeliharaan merupakan tiga komponen penting. Materi teknologi budidaya kambing dari Kementerian Pertanian juga menempatkan ketiga aspek tersebut sebagai dasar pengelolaan ternak.

Daftar Isi
- Apa Itu Penggemukan Kambing?
- Apakah Penggemukan Kambing Menguntungkan?
- Pilih Kambing yang Tepat untuk Digemukkan
- Ciri Bakalan Kambing yang Bagus
- Berapa Bobot Awal yang Ideal?
- Siapkan Kandang Sebelum Membeli Kambing
- Pakan Menjadi Kunci Penggemukan
- Jenis Pakan untuk Penggemukan Kambing
- Berapa Banyak Pakan yang Dibutuhkan?
- Cara Memberikan Pakan
- Air Minum Jangan Diabaikan
- Perawatan Kambing Selama Penggemukan
- Cara Memantau Pertambahan Bobot
- Berapa Lama Kambing Perlu Digemukkan?
- Kesalahan yang Membuat Penggemukan Tidak Efisien
- Cara Menghitung Biaya Penggemukan
- Kapan Waktu yang Tepat Menjual Kambing?
- Strategi Penggemukan untuk Pemula
- Kesimpulan
- FAQ
1. Apa Itu Penggemukan Kambing?
Penggemukan kambing adalah sistem pemeliharaan yang bertujuan meningkatkan bobot dan kondisi tubuh kambing dalam periode tertentu sampai mencapai ukuran atau kondisi yang sesuai dengan target pasar.
Berbeda dengan pembibitan, fokus utama penggemukan bukan menghasilkan anak.
Alurnya lebih sederhana:
membeli bakalan → adaptasi → pemberian pakan → pemeliharaan → penimbangan → penjualan.
Namun, semakin lama kambing dipelihara, semakin besar pula biaya yang dikeluarkan.
Karena itu, penggemukan harus dikelola dengan pendekatan ekonomi.
Misalnya, kambing bertambah 5 kg dalam satu periode. Angka tersebut terlihat bagus.
Tetapi jika biaya pakan dan pemeliharaannya terlalu tinggi, keuntungan belum tentu besar.
Inilah alasan mengapa peternak perlu memperhatikan pertambahan bobot badan sekaligus biaya untuk mendapatkannya.
2. Apakah Penggemukan Kambing Menguntungkan?
Penggemukan kambing dapat menjadi peluang usaha, tetapi tidak otomatis menguntungkan.
Hasil usaha dipengaruhi oleh beberapa faktor:
- harga beli bakalan;
- kualitas bakalan;
- harga pakan;
- jumlah pakan yang dikonsumsi;
- pertambahan bobot;
- lama pemeliharaan;
- biaya kesehatan;
- biaya tenaga kerja;
- biaya transportasi;
- harga jual;
- dan kondisi pasar.
Sumber Kementerian Pertanian menjelaskan bahwa penggemukan merupakan salah satu pola usaha kambing/domba, dengan pendapatan berasal dari peningkatan kondisi dan bobot bakalan sampai mencapai bobot pasar.
Jadi, jangan membuat perhitungan usaha hanya seperti:
harga jual − harga beli = keuntungan.
Perhitungan tersebut terlalu sederhana.
Biaya pakan dan biaya pemeliharaan harus dimasukkan.
3. Pilih Kambing yang Tepat untuk Digemukkan
Tahap paling menentukan sebenarnya dimulai sebelum kambing masuk kandang.
Kesalahan memilih bakalan dapat membuat seluruh proses berikutnya menjadi lebih mahal.
Untuk penggemukan, peternak umumnya mencari kambing yang:
- sehat;
- aktif;
- tidak cacat;
- memiliki struktur tubuh baik;
- memiliki kaki normal;
- memiliki nafsu makan baik;
- dan memiliki potensi pertumbuhan sesuai tujuan usaha.
Dalam salah satu petunjuk teknis Kementerian Pertanian mengenai complete feed, contoh bakalan penggemukan menggunakan kambing jantan berumur sekitar 10 bulan hingga 1 tahun dengan bobot awal sekitar 18–22 kg. Dokumen tersebut juga menyebut bentuk tubuh, kaki normal, bebas cacat, dan kesehatan sebagai kriteria penting.
Tetapi angka tersebut jangan diperlakukan sebagai aturan wajib.
Jenis kambing, umur, kondisi tubuh, sistem pakan, dan target pasar dapat berbeda.
4. Ciri Bakalan Kambing yang Bagus
Saat berada di pasar atau kandang penjual, jangan hanya memilih kambing yang terlihat paling besar.
Lakukan pemeriksaan menyeluruh.
Perhatikan kondisi tubuh
Cari kambing dengan tubuh yang:
- proporsional;
- tidak terlalu kurus;
- tidak menunjukkan pembengkakan abnormal;
- dan sesuai dengan umur.
Perhatikan kepala
Kepala dan bentuk wajah dapat memberikan gambaran karakteristik rumpun, tetapi jangan menjadikannya satu-satunya dasar penilaian.
Periksa kaki
Minta kambing berdiri dan berjalan.
Pastikan:
- tidak pincang;
- tidak tampak kesulitan berjalan;
- kaki tidak menunjukkan kelainan yang jelas;
- dan kuku berada dalam kondisi yang baik.
Perhatikan perilaku
Kambing yang aktif dan responsif umumnya lebih meyakinkan dibandingkan kambing yang terlihat lesu atau terus-menerus menyendiri.
Perhatikan nafsu makan
Jika memungkinkan, amati kambing ketika makan.
Nafsu makan yang baik merupakan salah satu hal penting dalam usaha penggemukan.
5. Berapa Bobot Awal yang Ideal?
Tidak ada satu bobot awal yang berlaku untuk semua usaha.
Bobot ideal harus dilihat bersama:
- jenis kambing;
- umur;
- jenis kelamin;
- kondisi tubuh;
- harga beli;
- target bobot jual;
- dan lama penggemukan.
Sebagai contoh, petunjuk teknis Kementerian Pertanian mengenai pakan lengkap menggunakan bakalan sekitar 18–22 kg dan memperkirakan periode penggemukan sekitar 3–4 bulan dalam sistem tersebut. Target bobot akhirnya sekitar 35–40 kg.
Tetapi jangan langsung menyimpulkan:
“Semua kambing 20 kg pasti harus digemukkan selama empat bulan.”
Kondisi di lapangan tidak selalu sama.
Kambing dengan kualitas bakalan berbeda, pakan berbeda, dan lingkungan berbeda dapat menghasilkan pertambahan bobot yang berbeda pula.
6. Siapkan Kandang Sebelum Membeli Kambing
Jangan membeli kambing terlebih dahulu baru mencari tempat untuk memeliharanya.
Kandang sebaiknya sudah siap.
Kandang penggemukan perlu:
- cukup ruang;
- memiliki sirkulasi udara;
- tidak terlalu lembap;
- mudah dibersihkan;
- memiliki tempat pakan;
- memiliki tempat minum;
- dan memudahkan peternak mengamati kondisi kambing.
Kebersihan kandang juga perlu diperhatikan karena lingkungan yang kotor dan lembap dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan.
Pisahkan kambing yang sakit
Jika terdapat kambing yang menunjukkan gejala penyakit, jangan membiarkannya bercampur begitu saja dengan ternak sehat.
Pemisahan membantu pengelolaan dan pengamatan kondisi ternak.
7. Pakan Menjadi Kunci Penggemukan
Pakan merupakan salah satu faktor paling penting dalam meningkatkan bobot kambing.
Tetapi prinsipnya bukan:
semakin banyak pakan, semakin cepat besar.
Yang lebih tepat:
pakan harus cukup, berkualitas, sesuai kebutuhan, dan diberikan secara konsisten.
Hijauan merupakan bagian penting dari pakan ruminansia. Selain hijauan, bahan pakan lain dapat digunakan untuk melengkapi kebutuhan nutrisi sesuai tujuan pemeliharaan. Kementerian Pertanian menjelaskan bahwa bahan pakan dapat berasal dari rumput, leguminosa, dan berbagai sumber bahan pakan lainnya.
8. Jenis Pakan untuk Penggemukan Kambing
Pakan penggemukan dapat disusun dari beberapa kelompok bahan.
A. Hijauan
Contohnya:
- rumput;
- daun leguminosa;
- hijauan pakan lain yang aman untuk kambing.
Hijauan menyediakan serat yang penting bagi fungsi rumen.
B. Konsentrat
Konsentrat dapat digunakan sebagai sumber nutrisi tambahan, terutama ketika kebutuhan energi dan nutrisi tidak cukup dipenuhi dari hijauan.
Bahan yang digunakan dapat berbeda menurut ketersediaan lokal.
Contohnya antara lain bahan hasil pertanian atau hasil samping pertanian yang memang sesuai untuk pakan.
C. Pakan lengkap
Complete feed menggabungkan beberapa komponen pakan dalam formulasi tertentu sehingga kebutuhan nutrisi dapat lebih mudah dikontrol.
Dalam salah satu petunjuk teknis Kementerian Pertanian, sistem penggemukan menggunakan complete feed dengan jumlah pemberian yang disesuaikan berdasarkan bobot badan.
Namun, formulasi pakan sebaiknya disesuaikan dengan bahan yang tersedia dan kebutuhan ternak, bukan menyalin formula secara mentah dari sistem lain.
9. Berapa Banyak Pakan yang Dibutuhkan?
Ini merupakan salah satu pertanyaan yang paling sering muncul.
Jawabannya:
tergantung.
Kebutuhan pakan dipengaruhi oleh:
- bobot badan;
- umur;
- jenis kelamin;
- kualitas pakan;
- tujuan penggemukan;
- kondisi tubuh;
- dan sistem pemeliharaan.
Sebagai contoh pada satu sistem complete feed yang diterbitkan dalam petunjuk teknis Kementan, jumlah pakan dicontohkan sekitar 1,0 kg/ekor/hari untuk kambing 15–19 kg, 1,2 kg untuk 20–30 kg, dan 1,5 kg untuk bobot di atas 30 kg. Angka ini merupakan pedoman pada sistem tersebut, bukan resep universal untuk semua peternakan.
Itulah sebabnya artikel SobatTernak sebaiknya tidak memberikan satu angka pakan yang seolah berlaku untuk seluruh kambing.
Kualitas bahan pakan harus ikut diperhitungkan.
10. Cara Memberikan Pakan
Konsistensi sangat penting.
Jika pakan diberikan dengan jadwal yang tidak teratur, peternak akan lebih sulit mengevaluasi konsumsi dan respons kambing.
Dalam contoh sistem complete feed Kementan, pakan diberikan dua kali sehari, pagi dan sore.
Dalam praktik, jadwal dapat disesuaikan dengan sistem peternakan.
Yang penting:
- jadwal konsisten;
- tempat pakan bersih;
- pakan tidak berjamur;
- pakan tidak tercemar;
- sisa pakan diperiksa;
- dan perubahan pakan dilakukan secara bertahap.
Jangan langsung mengubah pakan secara ekstrem
Jika kambing sebelumnya terbiasa dengan jenis pakan tertentu, perubahan mendadak dapat mengganggu proses adaptasi pencernaan.
Lakukan perubahan secara bertahap dan amati respons ternak.
11. Air Minum Jangan Diabaikan
Peternak sering fokus menghitung rumput dan konsentrat, tetapi lupa memperhatikan air.
Padahal air sangat penting untuk fungsi tubuh dan proses pencernaan.
Sediakan air minum:
- bersih;
- mudah dijangkau;
- tidak tercemar;
- dan tersedia secara memadai.
Tempat minum juga harus dibersihkan secara berkala.
Jika air kotor, kambing dapat mengurangi konsumsi air dan kondisi tersebut dapat mengganggu performa pemeliharaan.
12. Perawatan Kambing Selama Penggemukan
Penggemukan bukan hanya soal pakan.
Setiap hari, periksa:
Nafsu makan
Apakah kambing masih makan seperti biasa?
Perilaku
Apakah aktif?
Kotoran
Apakah terdapat perubahan yang tidak biasa?
Pernapasan
Apakah terdapat tanda gangguan pernapasan?
Kaki
Apakah masih berjalan normal?
Kondisi tubuh
Apakah terjadi perubahan berat dan bentuk tubuh?
Pemeriksaan rutin membuat masalah lebih mudah diketahui sejak awal.
13. Cara Memantau Pertambahan Bobot
Jangan hanya mengandalkan mata.
Kambing bisa terlihat semakin besar, tetapi peternak tidak mengetahui berapa sebenarnya pertambahan bobotnya.
Jika memungkinkan, lakukan penimbangan secara berkala menggunakan timbangan ternak.
Kemudian hitung:
PBBH = (Bobot akhir − Bobot awal) ÷ jumlah hari
Contoh:
Kambing awal:
20 kg
Setelah 30 hari:
23 kg
Pertambahan bobot:
3 kg
Maka:
3.000 gram ÷ 30 hari = 100 gram/hari
Angka tersebut disebut pertambahan bobot badan harian (PBBH).
Data seperti ini jauh lebih berguna daripada sekadar mengatakan:
“Kambing kelihatannya cepat besar.”
Materi teknologi budidaya kambing Kementan menyebut peningkatan bobot pada sistem pemeliharaan yang lebih intensif dapat berada pada kisaran tertentu, tetapi penelitian lapangan menunjukkan hasil sangat bervariasi menurut pakan dan perlakuan. Salah satu penelitian, misalnya, melaporkan PBBH berbeda antara kelompok kambing yang mendapat perlakuan pakan berbeda.
14. Berapa Lama Kambing Perlu Digemukkan?
Tidak ada jawaban tunggal.
Lama penggemukan ditentukan oleh:
- bobot awal;
- target bobot;
- jenis kambing;
- kualitas bakalan;
- pakan;
- pertambahan bobot harian;
- biaya pakan;
- dan harga pasar.
Sebagai contoh sistem tertentu, petunjuk teknis Kementan memperkirakan bakalan 18–22 kg dapat digemukkan sekitar 3–4 bulan dengan target 35–40 kg.
Tetapi secara ekonomi, jangan menjadikan kalender sebagai satu-satunya penentu.
Jika biaya pemeliharaan terus meningkat sementara tambahan nilai jual semakin kecil, mungkin sudah waktunya menjual.
15. Kesalahan yang Membuat Penggemukan Tidak Efisien
1. Membeli bakalan terlalu murah
Harga beli rendah memang menarik.
Tetapi jika kualitas bakalan buruk, pertumbuhan bisa mengecewakan.
2. Memberikan pakan tanpa perhitungan
Pakan berlebihan dapat meningkatkan biaya tanpa menghasilkan pertambahan bobot yang sebanding.
3. Mengabaikan kualitas pakan
Pakan banyak belum tentu nutrisinya cukup.
4. Mengganti pakan secara mendadak
Perubahan pakan sebaiknya dilakukan bertahap.
5. Tidak menimbang kambing
Tanpa data bobot, peternak sulit mengetahui apakah program penggemukan benar-benar berhasil.
6. Tidak menghitung biaya
Kambing bertambah berat belum tentu berarti usaha untung.
7. Menunggu terlalu lama untuk menjual
Tambahan bobot setelah titik tertentu bisa membutuhkan biaya yang semakin besar.
8. Mengabaikan kesehatan
Kambing sakit tidak akan memanfaatkan pakan secara optimal.
16. Cara Menghitung Biaya Penggemukan
Sebelum memulai, buat catatan sederhana.
Biaya pembelian
Harga bakalan × jumlah kambing
Biaya pakan
Biaya pakan harian × jumlah hari × jumlah kambing
Biaya kesehatan
Masukkan biaya obat, vitamin, pemeriksaan, atau layanan kesehatan yang memang digunakan.
Biaya kandang
Jika membuat kandang baru, masukkan biaya pembangunan dan peralatan secara proporsional.
Biaya lainnya
Misalnya:
- transportasi;
- tenaga kerja;
- listrik;
- air;
- penyusutan peralatan.
Kemudian:
Total biaya = seluruh biaya penggemukan
Sedangkan:
Pendapatan = jumlah kambing × harga jual per ekor
Maka:
Keuntungan = pendapatan − total biaya
17. Jangan Hanya Menghitung Keuntungan per Ekor
Misalnya ada dua sistem.
Sistem A
Keuntungan:
Rp500.000/ekor
Lama pemeliharaan:
4 bulan
Sistem B
Keuntungan:
Rp400.000/ekor
Lama pemeliharaan:
2 bulan
Belum tentu sistem A lebih menarik.
Karena modal Anda tertahan dua kali lebih lama.
Dalam analisis usaha, pertimbangkan:
- keuntungan per ekor;
- keuntungan per periode;
- modal yang digunakan;
- risiko;
- biaya pakan;
- dan kecepatan perputaran modal.
18. Kapan Waktu yang Tepat Menjual Kambing?
Kambing tidak harus menunggu sampai “sebesar mungkin”.
Waktu penjualan sebaiknya mempertimbangkan:
- target bobot;
- kondisi tubuh;
- harga pasar;
- biaya pakan;
- biaya pemeliharaan;
- permintaan;
- dan margin yang diharapkan.
Misalnya kambing sudah mencapai target pasar, sementara biaya pakan terus meningkat.
Mempertahankannya lebih lama mungkin justru mengurangi margin.
Karena itu, peternak perlu mengetahui:
berapa biaya yang dibutuhkan untuk mendapatkan tambahan 1 kg bobot?
Inilah salah satu pertanyaan penting dalam penggemukan modern.
19. Strategi Penggemukan Kambing untuk Pemula
Jika Anda baru mulai, jangan langsung membeli puluhan kambing.
Mulailah dengan skala yang bisa Anda kontrol.
Langkah 1 — Tentukan modal
Tentukan jumlah uang yang benar-benar siap digunakan.
Langkah 2 — Tentukan target
Misalnya:
- target jumlah kambing;
- target bobot;
- target lama pemeliharaan;
- target harga jual.
Langkah 3 — Cari bakalan
Bandingkan beberapa sumber.
Jangan membeli hanya dari satu penjual tanpa membandingkan.
Langkah 4 — Siapkan kandang
Kandang harus selesai sebelum kambing datang.
Langkah 5 — Siapkan pakan
Pastikan sumber hijauan dan bahan pakan tambahan tersedia.
Langkah 6 — Timbang kambing
Catat bobot awal.
Langkah 7 — Catat pakan
Catat jumlah dan jenis pakan yang diberikan.
Langkah 8 — Pantau kesehatan
Periksa kambing setiap hari.
Langkah 9 — Timbang secara berkala
Gunakan data untuk mengetahui perkembangan.
Langkah 10 — Evaluasi ekonomi
Hitung biaya dan nilai jual.
Jika hasilnya bagus, baru tingkatkan skala.
20. Contoh Catatan Penggemukan
SobatTernak nantinya dapat membuat sistem pencatatan sederhana seperti berikut:
| Data | Awal | Hari ke-30 | Hari ke-60 | Hari ke-90 |
|---|---|---|---|---|
| Bobot | 20 kg | 23 kg | 26 kg | 29 kg |
| PBBH rata-rata | – | 100 g | 100 g | 100 g |
| Kondisi kesehatan | Baik | Baik | Baik | Baik |
| Konsumsi pakan | Catat | Catat | Catat | Catat |
| Biaya pakan | Catat | Catat | Catat | Catat |
Dengan catatan seperti ini, peternak dapat mengetahui kapan performa mulai menurun.
Dan yang lebih penting:
keputusan menjual dapat dibuat berdasarkan data, bukan perasaan.
21. Apakah Pakan Fermentasi Bisa Digunakan?
Bisa, tergantung bahan, proses pembuatan, kualitas hasil fermentasi, dan kebutuhan ternak.
Pakan olahan dapat membantu mengatasi masalah ketersediaan bahan pakan dan pengelolaan sumber daya lokal.
Namun jangan menganggap:
pakan fermentasi = pasti membuat kambing cepat besar.
Hasil akhirnya tetap bergantung pada kualitas nutrisi keseluruhan ransum.
Pakan fermentasi yang dibuat dengan proses buruk justru dapat menjadi masalah.
Karena itu, perhatikan:
- kualitas bahan;
- kebersihan;
- proses fermentasi;
- aroma;
- kondisi hasil akhir;
- penyimpanan;
- dan penerimaan kambing terhadap pakan.
22. Apakah Perlu Memberikan Probiotik?
Tidak selalu.
Probiotik atau suplemen tertentu sebaiknya tidak dianggap sebagai jalan pintas untuk mempercepat pertumbuhan.
Ada penelitian pada kambing yang menunjukkan bahwa suplementasi tertentu dapat memengaruhi pertambahan bobot badan, tetapi hasil penelitian tidak berarti setiap produk atau dosis akan memberikan hasil yang sama pada semua peternakan.
Jadi sebelum membeli suplemen, hitung:
biaya tambahan → manfaat tambahan → dampak terhadap keuntungan.
Jika manfaat ekonominya tidak jelas, jangan menjadikannya komponen wajib.
23. Prinsip Utama Penggemukan Kambing
Jika seluruh artikel ini diringkas menjadi beberapa prinsip, maka fokusnya adalah:
1. Bakalan yang tepat
Jangan membeli kambing secara asal.
2. Pakan berkualitas
Jangan hanya mengejar jumlah.
3. Air cukup
Air adalah bagian penting dari manajemen pakan.
4. Kesehatan terjaga
Kambing sehat lebih mampu memanfaatkan pakan.
5. Timbang secara berkala
Gunakan data.
6. Hitung biaya
Jangan mengira keuntungan.
7. Jual pada waktu yang tepat
Jangan terlalu cepat, tetapi jangan terlalu lama.
Kesimpulan
Cara penggemukan kambing yang baik bukan sekadar memberikan pakan sebanyak mungkin.
Peternak perlu menjalankan seluruh proses secara terukur:
pilih bakalan → siapkan kandang → susun pakan → lakukan adaptasi → rawat kambing → pantau kesehatan → timbang bobot → hitung biaya → evaluasi → jual.
Kualitas bakalan menentukan titik awal. Pakan menyediakan nutrisi untuk pertumbuhan. Kesehatan dan manajemen menentukan seberapa baik kambing memanfaatkan pakan tersebut.
Dalam contoh teknis tertentu, Kementerian Pertanian menunjukkan bahwa kambing jantan dengan bobot awal sekitar 18–22 kg dapat digemukkan sekitar 3–4 bulan menuju bobot sekitar 35–40 kg menggunakan sistem complete feed tertentu. Namun, angka tersebut sebaiknya dipandang sebagai contoh sistem, bukan target mutlak untuk seluruh peternak.
Bagi pemula, strategi paling aman adalah memulai dari skala yang dapat dikendalikan, mencatat semua biaya, menimbang kambing secara berkala, dan menggunakan hasil pencatatan untuk memperbaiki periode penggemukan berikutnya.
Dengan cara tersebut, penggemukan kambing tidak lagi hanya mengandalkan pengalaman atau perkiraan, tetapi mulai menjadi usaha yang terukur dan dapat dievaluasi.
FAQ Penggemukan Kambing
Berapa lama kambing bisa digemukkan?
Tergantung bobot awal, jenis kambing, kualitas pakan, kesehatan, target bobot, dan kondisi pasar. Salah satu sistem teknis Kementan menggunakan periode sekitar 3–4 bulan untuk bakalan tertentu, tetapi durasi aktual dapat berbeda.
Kambing jantan atau betina yang lebih cocok untuk penggemukan?
Keduanya dapat dipelihara untuk produksi daging, tetapi pilihan harus disesuaikan dengan sistem usaha dan target pasar. Petunjuk teknis tertentu menggunakan kambing jantan sebagai contoh bakalan penggemukan.
Berapa kali kambing diberi pakan?
Frekuensi dapat disesuaikan dengan jenis dan sistem pakan. Salah satu contoh sistem complete feed Kementan menggunakan dua kali pemberian per hari.
Apakah rumput saja cukup untuk penggemukan?
Tergantung kualitas hijauan dan kebutuhan nutrisi kambing. Untuk target pertumbuhan tertentu, pakan tambahan dapat diperlukan agar kebutuhan nutrisi terpenuhi.
Bagaimana mengetahui kambing bertambah berat?
Cara paling akurat adalah menimbangnya secara berkala dan menghitung pertambahan bobot badan harian.
Apakah kambing harus diberi konsentrat?
Tidak selalu. Konsentrat digunakan sesuai kebutuhan nutrisi dan sistem pakan. Keputusan penggunaannya sebaiknya mempertimbangkan biaya dan manfaat.
Apa kesalahan terbesar dalam penggemukan kambing?
Salah satu kesalahan terbesar adalah membeli bakalan tanpa menghitung kualitas dan biaya pakan yang diperlukan. Kesalahan lain adalah tidak mencatat bobot serta biaya pemeliharaan.